<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2239048642416763213</id><updated>2012-02-16T14:53:03.385-08:00</updated><title type='text'>Fitri's Blog</title><subtitle type='html'>Hidup adalah sebuah titik yang akan menentukan garis panjang tak terhingga nan kekal ...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://khonsafitria.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2239048642416763213/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://khonsafitria.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>fitri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917489838276422643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_pfK6FNh9S8U/TJMXkCnomYI/AAAAAAAAADI/Y9g3xMDuJVE/S220/laa-.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>17</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2239048642416763213.post-5298271085197764465</id><published>2010-10-20T18:24:00.000-07:00</published><updated>2010-10-20T18:43:48.354-07:00</updated><title type='text'>PEMUDA–PEMUDA SEJATI (sesuatu yang dirindukan di era sekarang)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Mendapat sebuah cerita dari tautan temen, dan ingin ku bagikan ke yang lain. Sebagai anak, pembina remaja, pendidik umat, ibu guru dan calon ibu aq sangat berharap segera terlahir dan tercetak pemuda - pemuda seperti jaman kejayaan Islam. Saat ini pemuda - pemuda tersebut sangat langka. Pemuda sibuk sendiri dengan urusan dunia mereka, fashion, hedonisme, dunia gemerlap dan hal - hal yang bersifat pemuasan nafsu dunia. Sementad\ra mau dibawa kemana negeri ini. Pemuda adalah garda terdepan kemajuan bangsa sementara saat ini pemuda adalah garda terdepan kerusakan bangsa. Diskotik, bioskop, mall bahkan penjara penuh dengan pemuda.Sementara masjid diisi oleh beberapa gelintir orang, itupun sudah lanjut.. Wahai pemuda semoga kisah ini menginspirasi kita untuk menjadi seperti mereka bahkan lebih. Dan bagi orang tua, semoga mampu menginspirasi agar mampu mencetak pemuda - pemuda sejati berikutnya... Pemuda yang taat, tunduk dan patuh hanya dengan syariah Allah Ta'ala...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;Pada Zaman Khalifah &lt;strong&gt;Umar Bin Khattab RA&lt;/strong&gt;, ada seorang pemuda yang berencana untuk melakukan perjalanan jauh. Dia mempersiapkan segala perbekalannya, termasuk unta yang akan digunakan sebagai kendaraannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di tengah perjalanan, ia menemukan sebuah tempat yang ditumbuhi rumput hijau nan segar. Dia berhenti di tempat itu untuk beristirahat sejenak. Pemuda itu kemudian duduk di bawah pohon. Karena terlalu lelah, akhirnya ia tertidur lelap. Saat ia tidur, tali untanya lepas, sehingga unta itu pergi ke sana ke mari. Akhirnya, unta itu masuk ke kebun yang ada di dekat situ. Unta itu memakan tanam-tanaman dan buah-buahan di dalam kebun. Unta itu juga merusak segala yang dilewatinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penjaga kebun adalah seorang kakek tua. Sang kakek berusaha mengusir unta itu, namun ia tidak bisa. Karena khawatir unta itu akan merusak seluruh kebunnya, sang kakek pun membunuhnya. Ketika bangun, pemuda itu mencari untanya. Ternyata, ia menemukan unta itu telah tergeletak mati dengan leher menganga di dalam kebun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada saat itu, seorang kakek datang. Pemuda itu bertanya, &lt;strong&gt;&lt;em&gt;“Siapa yang membunuh unta miliku ini?”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; sang Kakek lalu menceritakan apa yang telah dilakukan oleh unta itu. Karena kuatir akan merusak seluruh isi kebun, maka sang kakek terpaksa membunuhnya. Mendengar hal itu, sang pemuda tak kuasa menahan amarahnya. Saking emosinya, Serta-merta ia memukul kakek penjaga kebun itu. &lt;em&gt;Naasnya&lt;/em&gt;, kakek itu meninggal seketika. Pemuda itu amat menyesal atas apa yang diperbuatnya. Pada saat yang bersamaan, datanglah dua orang pemuda yang merupakan anak dari sang kakek tadi. Mengetahui ayahnya telah tergeletak tidak bernyawa dan disebelahnya berdiri pemuda itu, mereka lalu menangkapnya. Kemudian, keduanya membawa sang pemuda menghadap Amirul Mukminin; &lt;strong&gt;Khalifah Umar bin Khattab RA&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka berdua menuntut dilaksanakan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;qishash&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (hukum bunuh) kepada pemuda yang telah membunuh ayah mereka. Lalu, Umar bertanya kepada sang pemuda. Pemuda itu mengakui perbuatannya. Ia benar-benar menyesal atas apa yang telah dilakukannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Umar lalu berkata, &lt;strong&gt;&lt;em&gt;“Aku tidak punya pilihan lain kecuali melaksanakan hukum Allah terhadapmu,”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; sang pemuda dengan lapang dada menerima keputusan tersebut. Ia kemudian meminta kepada Khalifah Umar, agar diberi waktu dua hari untuk pulang ke kampungnya, sehingga dia bisa berpamitan kepada keluarga serta bisa membayar hutang-hutangnya. Umar kemudian berkata, &lt;strong&gt;&lt;em&gt;“Hadirkan padaku orang yang menjamin, bahwa kau akan kembali lagi kesini. Jika kau tidak kembali, orang itu yang akan diqishash sebagai ganti dirimu.”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Pemuda itupun menjawab, &lt;strong&gt;&lt;em&gt;“Wahai Amirul Mukminin, Aku orang asing di negeri ini, aku tidak bisa mendatangkan seorang penjamin.” &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salah seorang sahabat mulia, &lt;strong&gt;ABU DZAR AL-GHIFARI RA&lt;/strong&gt; (yang ketika itu usianya terkatagori masih muda) secara kebetulan hadir di majlis tersebut. Beliau kemudian berkata, &lt;strong&gt;&lt;em&gt;“Hai Amirul Mukminin, ini kepalaku, aku berikan kepadamu jika pemuda ni tidak datang lagi setelah dua hari.”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Dengan terkejut, Umar berkata, &lt;em&gt;“Apakah kau yang menjadi penjaminnya, wahai Abu Dzar, sahabat Rasulullah?,”&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;“Benar, ya Amirul Mukminin,”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; jawab Abu Dzar lantang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada hari yang telah ditetapkan untuk pelaksanaan hukuman &lt;strong&gt;&lt;em&gt;qishah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, orang-orang penasaran menantikan datangnya pemuda itu. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;SANGAT MENGEJUTKAN!&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Dari jauh sekonyong-konyong mereka melihat pemuda itu datang dengan memacu kudanya. Sampai akhirnya, dia tiba di tempat pelaksanaan hukuman. Orang-orang memandangnya dengan takjub. Umar bertanya kepada pemuda itu, &lt;em&gt;“Mengapa kau kembali lagi ke sini Anak Muda, padahal kau bisa menyelamatkan diri dari maut?”&lt;/em&gt; Pemuda itu menjawab, &lt;strong&gt;&lt;em&gt;“Wahai Amirul Mukminin, aku datang ke sini agar jangan sampai orang-orang berkata, ‘tidak ada lagi pemuda yang menepati janji di kalangan umat Ini’. Dan agar orang-orang tidak mengatakan, ‘tidak ada lagi Pemuda sejati nan kesatria yang berani mempertanggungjawabkan perbuatannya di kalangan umat ini”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lalu, Umar melangkah ke arah Abu Dzar Al-Ghiffari dan berkata, &lt;em&gt;“Dan kau wahai Abu Dzar, bagaimana kau bisa mantap menjamin pemuda ini, padahal kau tidak kenal dengan pemuda ini?”&lt;/em&gt; Abu Dzar menjawab, &lt;strong&gt;&lt;em&gt;“Aku lakukan itu agar orang-orang tidak mengatakan bahwa tidak ada lagi Pemuda jantan yang bersedia berkorban untuk saudaranya seiman dalam umat ini.”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mendengar itu semua, dua orang pemuda anak kakek yang terbunuh pun ikut berkata, &lt;strong&gt;&lt;em&gt;“Sekarang tiba giliran kami, wahai Amirul Mukminin, kami bersaksi di hadapanmu bahwa pemuda ini telah kami maafkan, dan kami tidak meminta apa pun darinya! Tidak ada yang lebih utama dari memberi maaf di kala mampu. Ini kami lakukan agar orang tidak mengatakan bahwa tidak ada lagi pemuda yang berjiwa besar, yang mau memaafkan saudaranya di kalangan umat ini.”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;***&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2239048642416763213-5298271085197764465?l=khonsafitria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://khonsafitria.blogspot.com/feeds/5298271085197764465/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2239048642416763213&amp;postID=5298271085197764465' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2239048642416763213/posts/default/5298271085197764465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2239048642416763213/posts/default/5298271085197764465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://khonsafitria.blogspot.com/2010/10/pemudapemuda-sejati-sesuatu-yang.html' title='PEMUDA–PEMUDA SEJATI (sesuatu yang dirindukan di era sekarang)'/><author><name>fitri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917489838276422643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_pfK6FNh9S8U/TJMXkCnomYI/AAAAAAAAADI/Y9g3xMDuJVE/S220/laa-.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2239048642416763213.post-6206917081349296074</id><published>2010-10-04T16:36:00.000-07:00</published><updated>2010-10-04T17:01:24.531-07:00</updated><title type='text'>BANYAK TREND BUSANA MUSLIMAH, YANG MANA YG MESTI KITA PAKAI....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pfK6FNh9S8U/TKppJyqDoNI/AAAAAAAAAEM/6Q86JDr8ZuM/s1600/bingung.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 254px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pfK6FNh9S8U/TKppJyqDoNI/AAAAAAAAAEM/6Q86JDr8ZuM/s320/bingung.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524343509861245138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_pfK6FNh9S8U/TKpoJD_fznI/AAAAAAAAAEE/NMO6FPx3DOs/s1600/JNK.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 202px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pfK6FNh9S8U/TKpoJD_fznI/AAAAAAAAAEE/NMO6FPx3DOs/s320/JNK.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524342397823078002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5CFi3%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5CFi3%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5CFi3%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;Berawal dari perbincangan dengan beberapa kawan tentang aurat dan pakaian maka ingin sekali ku menulis tentang  pakaian karena pakaian adalah hal yang melekat stiap harinya. Ga Cuma buat kaum hawa, tapi kaum adam yang mereaka adalah calon and or udah jadi imam harus tau busana muslimah yang tepat. Bisa berabe kalo g tau, krn mereka juga kan dimintai pertanggung jawaban atas istri mereka, anak perempuan mereka dan saudara perempuan mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;Sebelum berbicara tentang pakaian, maka g da salahnya kita bicara terlebih dahulu tentang aurat alias bagian tubuh manusiaa yang tidak boleh dilihat, baik laki – laki maupun perempuan. Kewajiban menutup aurat, sebagaimana diperbatasan aurat untuk laki – laki adalahntahkan dalam QS. Al A’ Raff : 26 : &lt;i&gt;“Hai anak Adam, Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. dan pakaian takwa itulah yang paling baik. yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, Mudah-mudahan mereka selalu ingat”. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;Sedangkan dalil – dalil sunah, “sesungguhnya, Rasulullah SAW bersabda, &lt;i&gt;”Janganlah seorang laki – laki melihat aurat laki – laki yang lain dan janganlah wanita melihat aurat wanita lain. Janganlah seorang laki – laki tidur dengan laki – laki yang lain dalam satu selimut, dan janganlah seorang wanita tidur dengan wanita lain dalam satu selimut.”[&lt;/i&gt;HR. Muslim, Abu Dawud, dan Turmudzi]&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;“Rasulullah SAW melewati ma’mar yang saat itu kedua pahanya  sedang terbuka. Beliau bersabda,”Hai Ma’mar tutuplah kedua pahamu.Sebab, paha itu adalah aurat”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;[HR.Imam Ahmad, Hakim, dan Bukhari]&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;“Barangsiapa yang melihat aurat, hendaknya ia menutupnya.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;[HR.Abu Dawud]&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;“Janganlah berjalan dengan telanjang.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;[HR.Muslim]&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;Batasan aurat tu mana aja sich, bagian tubuh mana yang harus kita tutupi dan tidak boleh kita tampakkan. Ternyata batasan aurat laki – laki dan perempuan berbeda. Laki – laki batasan auratnya adalah dari pusar hingga paha, hal ini sebagaimana dalam hadist , “&lt;i&gt;Rasulullah SAW tengah melintas di depan laki – laki yang pahanya terbuka, beliaupun bersabda, “tutuplah pahamu, sesungguhnya paha laki – laki termasuk auratnya.”&lt;/i&gt;[HR.Imam Ahmad]. Sedangkan  aurat wanita adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala : &lt;i&gt;“Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah Menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”&lt;/i&gt;[TQS.An Nuur : 31]. Menurut Imam Thabatiy, makna yang lebih tepat untuk “&lt;i&gt;perhiasan yang biasa nampak&lt;/i&gt;” adalah muka dan telapak tangan. Keduanya bukanlah aurat, dan boleh ditampakkan di kehidupan umum. Selain itu jga terdapat dalam sebuah hadist “&lt;i&gt;Wahai Asma’ sesungguhnya perempuan itu jika telah baligh tidak pantas menampakkan tubuhnya kecuali ini dan ini, sambil menunjuk telapak tangan dan wajah.”[&lt;/i&gt;HR.Muslim]&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;Ketika kita tahu bagian mana yang harus kita tutupi dan mana yang boleh kita tampakkan, lalu dengan apa kita menutup aurat(khusus cewek nie). Begitu banyak trend pakaian muslimah yang ada saat ini, apakah semua boleh kita pakai asal aurat ketutup atau bentuknyapun diatur dalam Al Quran dan as sunah. Cekidot yuks..&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;Ternyata selain memerintahkan wanita untuk menutup auratnya, Allah juga mewajibkan para muslimah untuk mengenakan busana muslim ketika keluar rumah atau berada di kehidupan umum. Seperti apa sih pakaiannya.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr" style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;Pakaian yang telah ditetapkan oleh syariat Islam bagi wanita ketika keluar rumah adalah khimar (kerudung) dan jilbab. Dalil yang menunjukkan perintah ini adalah firman Allah Ta’ala&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir="ltr" style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;“Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya...&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span dir="ltr" style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;”[TQS.An Nuur : 31] &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; Imam Ibnu Katsir dalam tafsir Ibnu Katsir menyatakan, “Khumur adalah bentuk jamak (plural) dari khimaar, yakni apa – apa yang bisa menutupi kepala. Khimaar kadang – kadang diebut oleh masyarakat drgan kerudung.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;Sedangkan perintah berjilbab “&lt;i&gt;Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka &lt;b&gt;mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka&lt;/b&gt;". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. &lt;/i&gt;[TQS.Al Ahzab : 59]&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;Adapun yang dimaksu dengan jilbab adalah pakaian yang lebih besar daripada kerudung (Imam Qurthuby), jubah yang dikenakan di atas kerudung (Imam Ibnu Katsir), pakaian yang lebih besar dibandingkan kerudung (Imam Syaukani).&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;Jilbab mempunyai syarat tertent dalam mengulurkannya, sebagaiman firman Allah Ta’ala:&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;"Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnyake seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;"[TSQ.AL Ahzab :59]&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;Maksud ayat di atas, &lt;i&gt;“hendaklah para wanita mengulurkan jilbabnya  hingga menjulur ke bawah (irkha’).&lt;/i&gt; Penafsiran semacam ini diperkuat oleh sebuah hadits, “&lt;i&gt;Barangsiapa mengulurkan pakaiannya karena sombong, Allah tidak akan melihat kelak di hari kiamat. Ummu Salamah bertanya, “Lantas, bagaimana dengan ujung pakaian yang dikenakan para wanita? Rasulullah SAW menjawab, “hendaklah diulurkan sejengkal.”. Ummu Salamah berkata lagi, “kalau begitu akan tampak kedua kakinya.” Nabi SAW menjawab lagi, “hendaklah diulurkan sehasta dan jangan ditambah “&lt;/i&gt;[HR. Abu Dawud].&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;Hadist ini menjelaskan bahwa pakaian luar (jilbab)  dipakai oleh wanita yakni mesti diulurkan ke bawah hingga menutupi kedua kakinya. Karena itu jika wanita menutupi kakinya dengan kaos kaki maka belum disebut irkha’ (mengulurkan) jilbab, sebab dituntut oleh syariat untuk irkha  (mengulurkan jilbab) hingga ke bawah mata kaki bukan sekedar menutup kedua mata kaki.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;Walaupun banyak trend baju muslimah sekarang ini maka g boleh asal kita pakai tapi harus yang memenuhi syarat yaitu jilbab dan kerudung. Karena perintah menutup aurat dan mengenakan pakaian tertentu ketika keluar rumah adalah aturan yang berbeda. Kalo hanya sekedar menutup aurat dengan sembarang pakaian..&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;Jilbab dan kerudung tadi wajib dikenakan jika wanita keluar rumah. Sedangkan pakaian untuk di dalam rumah ada lagi ni aturannya , sebagaimanan sabda Rasulullah , diriwayatkan dari Ummu ‘Athiah yang berkata, “&lt;i&gt;Rasulullah SAW memerintahkan kami agar keluar (menuju lapangan) pada saat hari raya idul fitri dan idul adha, baik ia budak, wanita haid maupun perawan. Adapun bagi orang – orang yang haid maka menjauh dari tempat sholat, namun menyaksikan kebaikan dan seruan kaum muslim, lalu aku berkata, “Wahai Rasulullah  SAW salah seorang di antara kami tidak memiliki jilbab. Maka Rasulullah SAW menjawab :”Hendaklah saudaranya itu meminjamkan jilbabnya.”&lt;/i&gt;[HR.Muslim]&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;Hadist ini menerangkan bahwa jilbab bukanlah pakaian utama yang digunakan wanita untuk menutup auratnya, akan tetapi pakaian luar yang ia gunakan ketika akan keluar rumah diatas pakaian sehari – hari. Hal ini juga diperjelas dengan hadist lain,&lt;i&gt; “Rasulullah SAW memberiku qubthiyyah (pakaian dari katun) yang tebal, dari hadiah yang telah diberikan Dihyah al Kalbi kepada beliau SAW. Lalu, aku memberikan kain itu kepada istriku. Beliau bertanya, “ Mengapa engkau tidak memakai qubthiyyah (pakaian dari katun) itu? Aku menjawab, “ Aku telah memberikannya kepada istriku.” Nabi SAW berkata, “Perintahkanlah kepadanya supaya meletakkan ghilaalah (pakaian tipis yang dikenakan di bawah kain lainnya) di bawahnya. Saya khawatir bentuk da tulangnya terlihat.”&lt;/i&gt;[HR.Imam Ahmad]&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;Oleh karena itu syarat menutup aurat dengan lengkap ketika keluar rumah adalah kerudung dan jilbab yang menjulur ke bawah hingga menutup kedua kakinya yang digunakan di atas pakaian sehari – hari. Jika dalam rumah maka ia boleh melepas kerurung dan jilbabnya dan hanya mengenakan pakaian sehari – hari. Jadi walaupun sudah menutup aurat tapi tidak mengenakan jilbab dan kerudung maka ia tidak boleh keluar rumah.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;Okey Bro n Sist, itu tadi sekilas tentang menutup aurat. Banyak juga yang bilang kalo jilbab dan kerudung adalah budaya arab..Tapi, apa iya sih, ayuk qt lht lg ayatnya. TQS. An Nuur : 31, &lt;i&gt;“Katakanlah kepada wanita yang beriman.&lt;/i&gt;....”, TQS. Al Ahzab : 59 “&lt;i&gt;Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin...&lt;/i&gt;” kita termasuk di dalamnya kan. Bukankah kita termasuk wanita beriman, anak dan istri orang mukmin? Bukan orang arab aja kan?&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;Ato kita masih mau nawar kalo pake jilbab n kerudung tu bikin gerah, buat ribet, g modis, pokoknya g suka bgt, etc..hhhfff( kebanyakan alibi banget yach.. !!)Perintah mengenakan jilbab dan kerudung merupakan perintah Allah kepada wanita – wanita mukminat tanpa memandang suka atau g suka, ingin atau g ingin.  Kita harus menerima sepenuh hati tanpa keraguan sedikitpun, yuk qt renungi ayat - ayat berikut:&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;“dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan Barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka sungguhlah Dia telah sesat, sesat yang nyata.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;[TQS.AL Ahzab : 36]&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt; [TQS. An nisa : 65]&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;“agar Allah menetapkan yang hak (Islam) dan membatalkan yang batil (syirik) walaupun orang-orang yang berdosa (musyrik) itu tidak menyukainya.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;[TQS. AL Anfal :8]&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;So, ayuk bersegera melaksanakan syariat, perintah menutup aurat, mengenakan jilbab, mengenakan kerudung, tidak tabbaruj (tabbaruj nex time kita bahas ya..)  sama wajibnya dengan perintah sholat, puasa n zakat. So g ada lagi alasan, gue blm siap coz hati gue belum siap, eiittt jilbab bukan sekedar masalah hati tapi masalah takwa. Semua berproses dengan menjaga aurat insyaAllah akan menjaga hati, pikiran dan memuliakan wanita..&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2239048642416763213-6206917081349296074?l=khonsafitria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://khonsafitria.blogspot.com/feeds/6206917081349296074/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2239048642416763213&amp;postID=6206917081349296074' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2239048642416763213/posts/default/6206917081349296074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2239048642416763213/posts/default/6206917081349296074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://khonsafitria.blogspot.com/2010/10/banyak-trend-busana-muslimah-yang-mana.html' title='BANYAK TREND BUSANA MUSLIMAH, YANG MANA YG MESTI KITA PAKAI....'/><author><name>fitri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917489838276422643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_pfK6FNh9S8U/TJMXkCnomYI/AAAAAAAAADI/Y9g3xMDuJVE/S220/laa-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pfK6FNh9S8U/TKppJyqDoNI/AAAAAAAAAEM/6Q86JDr8ZuM/s72-c/bingung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2239048642416763213.post-7742671958060121744</id><published>2010-09-17T06:13:00.000-07:00</published><updated>2010-09-17T06:43:51.481-07:00</updated><title type='text'>Pohon n Dakwah...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sedih mendengar keluh kesah seorang teman dari mulut mungilnya keluar kalimat, ' berhenti dakwah aja apa ya, biar bisa fokus kerja, fokus kuliah atau fokus buat keluarga'. Waks, sempet shock mendengar kata - kata itu. Tapi semua adalah pilihan masing - masing, toh besok juga penghisaban masing - masing..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tapi sebelum pilihan itu terjatuh sobat, gunakan akal kita yang merupakan anugerah Allah, sebuah anugerah yang mampu membedakan kita dengan makhlukNYA yang lain, anugerah yang mempu mengangkat kita  lebih mulia dari makhluk yang lain. Dengan akal kita berfikir untuk bisa mengambil keputusan, tapi pastinya standart hukum syara' bukan yang lain. Bagaimanapun juga dakwah adalah kewajiban setiap muslim maupun muslimah yang telah baligh tanpa kecuali. Kita yang butuh dakwah bukan dakwah yang butuh kita. Dengan atau tanpa kita berdakwah Islam akan jaya pada waktunya. Tapi apakah kita mau hanya menjadi penonton bukan pemain? Sebaik apapun kita di dunia atau seburuk apapun kita di dunia ujung dari sebuah kehidupan adalah kematian. Tapi justru kematian itu adalah awal dari sebuah kehidupan yang abadi. Lalu kenapa tidak kita persiapkan kehidupan abadi tersebut dengan sebaik mungkin?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dakwah bagaikan pohon, jika ada daun yang layu, tak kuat dengan terpaan angin maka ia akan gugur dengan sendirinya. Akan jatuh ke tanah, terinjak orang yang lewat, tersapu atau masuk tempat sampah dan dibakar. Tapi daun layu tersebut, akan digantikan berpuluh - puluh daun hijau yang lebih kuat. Begitu juga dakwah, satu mundur dari medan dakwah katena tak  kuat terpaan ujian akan banyak pengganti yang jauh lebih kuat dan tangguh menyuarakan Islam. Namun tidakkah sayang, kalo setelah jatuh kita justru jauh dari Islam itu sendiri dan banyak khilaf dan dosa pada akhirnya menghantarkan kita ke nerakaNYA.Naudzubillah..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sobat, setiap orang yang hidup baik pengemban dakwah ataupun bukan maka ia pasti akan menghadapi ujian, pengemban dakwah ataupun bukan maka ia pasti akan menuju kematian. Rizki, jodoh, ajal semua Allah Ta'ala yang mengatur. Ingat janji Allah, Allah akan menolong hambaNYA yang menolong dienNYA, Allah telah membeli jiwa - jiwa hambaNYA yang memperjuangkan dienNYA dengan surgaNYA. Keep struggle for Allah, RasulNYA dan dienNYA...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 204, 0);"&gt;(sebuah tulisan utk memotivasi diri n smg jg utk setiap pembaca)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2239048642416763213-7742671958060121744?l=khonsafitria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://khonsafitria.blogspot.com/feeds/7742671958060121744/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2239048642416763213&amp;postID=7742671958060121744' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2239048642416763213/posts/default/7742671958060121744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2239048642416763213/posts/default/7742671958060121744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://khonsafitria.blogspot.com/2010/09/pohon-n-dakwah.html' title='Pohon n Dakwah...'/><author><name>fitri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917489838276422643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_pfK6FNh9S8U/TJMXkCnomYI/AAAAAAAAADI/Y9g3xMDuJVE/S220/laa-.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2239048642416763213.post-255139158978755767</id><published>2010-08-22T16:56:00.000-07:00</published><updated>2010-08-22T16:59:29.197-07:00</updated><title type='text'>INTERNET SEHAT DI BULAN RAMADHAN</title><content type='html'>Fakta pengguna internet di Indonesia menurut laporan Internetworldstats (IWS), seperti VIVAnews kutip 11 Januari 2009, pada tahun 2000 lalu pengguna internet di Indonesia diperkirakan sebesar 2 juta orang, sedangkan sampai akhir 2009, angkanya telah meningkat menjadi sekitar 30 juta pengguna.  Dan kini d tahun 2010 angka tersebut sudah mencapai 45 juta. (jumlah angka yang iwow..). Akses informasi hanya  15 %, sementara sisanya untuk jejaring sosial,  chatt, game on line, download lagu dan film dan lain – lain. Data pengakses internetpun mengalami perubahan drastis dari tahun 2009 ke 2010, yang mengakses di Warnet : 83% –&gt; 64%, HP : 22% - 48%, rumah : 16% – 25%, kantor : 19% – 18%, skolah 17% – 10%, hotspot : 7% - 4%. Dari data tersebut persentase pengakses internet via HP meningkat drastis, hal ini berarti dengan HP dimana saja dan kapan saja kita bisa mengakses internet. Indonesiapun menduduki peringkat teratas di tangga pengguna jejaring sosial, nomor 1 dari 9 negara untuk twitter yaitu kurang lebih 6juta pengguna dan nomor 1 dari 14 negara dengan 19juta pengguna.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari data tersebut jelas terlihat bahwa masyarakat Indonesia sebagai pengguna jejaring sosial terbanyak  dari pada negara – negara yang lain. Lalu bagaimana sich sebenernya Islam memandang internet itu..?? Haramkah..?&lt;br /&gt;Internet merupakan madaniyah, yaitu benda – benda hasil karya manusia (materi yang terindera), sedangkan Islam memandang madaniyah atau benda hasil karya manusia menjadi 2, yaitu :&lt;br /&gt;a. Khusus, yang berhubungan dengan hadlarah atau pandangan hidup tertentu atau masyarakat tertentu.Misallnya mukena, tasbih, salib.&lt;br /&gt;b.  Umum : hasil dari ilmu pengetahuan dan industri, misal lab, furniture, hp, dan milik seluruh masyarakat.  Bersifat universal dan tidak muncul dari sebuah pandangan hidup tertentu dan tidak berhubungan dengan pandangan hidup tertentu.&lt;br /&gt;Untuk madaniyah khusus penggunaannya diharamkan jika berasal dari pandangan hidup selain Islam, sedangkan untuk madaniyah umum penggunaannya mubah alias boleh – boleh aja sesuai kaidah syara’ “al ashlufil asy ya il ibaahah malam yurid daliuttahriim”, asal hukum dari sesuatu benda adalah mubab(boleh), sebelum ada dalil yang mengahramkan”. Internter merupakan hasil dari ilmu pengetahuan dan teknologi, jadi hukumnya adalah mubah alias boleh. Tapi yang perlu diperhatikan adalah dalam pemanfaatannya dan program – program yang ada di dalamnya.&lt;br /&gt;Kalo internet mubah alias boleh, jadi kita boleh dunk sesuka hati berinternet ria. Eiits tunggu dulu, tergantung konten yang kita akses dan tergantung aktivitas kita menggunakan internet untuk apa sich karena hukum benda dan hukum perbuatan beda loh, sesuai kaidah syara’ “ al ashlufil af’alittaqqoyyadu bilkhulmilsyar’i”, asal hukum dari perbuatan selalu terikat dengan hukum syara’. Hukum syara’ ada lima, yaitu wajib, sunah, mubah, makruh, haram. Walaupu internet mubah tapi kalo kita gunakan untuk melihat atau mendonwnload gambar and or video porno ya haram apa yang telah kita lakuka, sesuai dengan kaidah syara’ al-wasilah ila al-haram (Segala sarana yang mengakibatkan keharaman, hukumnya haram).&lt;br /&gt;Lalu gimana kita sebagai seorang muslim dalam menggunakan internet ...??? okey Bro, Sist seperti yang telah disampaikan tadi bahwasannya internet tu boleh kok, tapi yang perlu diperhatikan adalah dalam pemanfaatannya. Kita sebagai seorang muslim harus pinter menyeleksi mana yang boleh mana yang tidak (pastinya dengan standart hukum Islam). Sebagai individu kita harus cerdas dalam menggunakan internet. Kita harus bisa berinternet sehat, yaitu menggunakan internet sesuai hukum syara’ dan akan jadi tidak sehat jika dalam penggunaannya melanggar hukum Allah. Jangan sampai kita menjadi orang yang phobia alias takut ma internet, bisa kembali ke jaman kebodohan lagi umat muslim karena tidak tau perkembangan teknologi. Juga jangan sampai kita menjadi korban internet, seperti kasus beberapa waktu lalu  dimana dua remaja yang mengaku mereka suka sama suka melakukan hubungan badan. Ya, melalui perantaraan situs jejaring sosial dua remaja tersebut bertemu dan sekaligus dilanjutkan berkencan di dunia nyata. Juga kasus penculikan ataupun penipuan. Dan jangan sampai juga kita menjadi pengguna internet yang kebablasan, menggunakan internet untuk tindak kejatahan, seperti penipuan, penculikan dan lain lain. Sebagai individu kita menggunakan internet sesuai kebutuhan kita yang dibolehkan dalam Islam dan juga memanfaatkan internet sebagai sarana dakwah.Dan jangan menghabiskan waktu kita di depan internet untuk hal – hal yang sia – sia sepperti  chatting, game online dll, inget bro-sist tiap detik waktu kita akan diminta pertanggungjawaban oleh Allah..&lt;br /&gt;Terus gimana cara menyikapi efek negatif dari internet, seperti video porno dan sebagainya..? kalo ngomong –ngomong tentang menyikapi efek negatif, hal ini ga bisa kita lakukan seorang diri teteapi perlu peran dari berbagai pihak yaitu individu, ortu, masyarakat dan negara tentunya. Kita sbg Individu, seperti yang sebelumnya tadi kita harus mampu menyeleksi apa saja yg boleh diakses ataupun tidak, jangan sampai kita menjadi phobia internet , korban internet , bablas internet(tindak kejahatan). Orang tua juga jangan karena usia terus jadi gaptek, harus hitech dunk jagan kalah sama anak – anaknya sehingga bisa mengontrol dan mendampingi anak dalam mengakses internet. Masyarakat juga harus berperan,  kepekaan informasi harus ada sehingga masyarakat bisa mengontrol bahaya dan manfaat internet. Bukan memfasilitasi copas video serperti yang ada di warnet – warnet sekarang karena kekhawatiran kalo g boleh copas ato banyak mng’kill’ situs porno maka warnetnya g laku. Dan yang paling penting adalah perann negara. Ketegasan dari negara sangat penting, negara harus mengawasi penggunaan internet warganya, memblokir situs – situs yang tidak boleh diakses dan memberi sanksi yang tegas terhadap yang melanggarnya. Sengan begini sudah tidak ada lagi kekhawatiran copy paste alias copas video n gambar porno, upload n download video n gambar porno coz dari negara udah bertindak ‘menghadang’ duluan.&lt;br /&gt;Sekarang kan bulabn ramadhan, gimana dunk penggunaan internet dibulan ramadhan..?? basicly penggunaan inet dibulan ramadhan atau pun di bulan – bulan yang lain sama aja, karena Ramadhan wahana Allah utuk menggembleng kita, 11 bulan sesudahnya cerminan bulan ramadhan saat ini. Bulan ramdhan adalah bulan yang penuh ampunan berkah dan berlimpah pahala, jadi maksimalkan ibadah. Aulawiyat atau skala prioritas dalam melakukan perbuatan harus kita terapkan. Mana kerjaan yang harus kita lakukan mana yang sifatnya ga harus dan mana yang harus kita hindari, tak terkecuali dalam hal berinternet. Kalo hanya hal sia-sia dan menghabiskan waktu seperti Fban, twitteran, chartting atau gam onlen kita hidari, waktu bisa kita alihkan ke hal yang sifatnya sunah dan berpahala. Inget Bro – Sist pahala perbuatan baik di bulan Ramadhan juga dilipatgandakan oleh Allah. Melakukan satu amalan sunnah, pahalanya sama dengan amalan fardhu di bulan lain. Melakukan satu amalan fardhu, nilainya dilipatgandakan menjadi 70 kali di bulan lain. Rugi bangetkan kalo waktu cuma dihabisin buat hal  hal yang ga penting. Berinternet sehat bukan hanya di bulan Ramadhan coz ketundukan kita kepada Hukum Allah itu berlaku terus menerus, tidak hanya di Bulan Ramadhan so pinter2 menggunakan inet ya... :)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2239048642416763213-255139158978755767?l=khonsafitria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://khonsafitria.blogspot.com/feeds/255139158978755767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2239048642416763213&amp;postID=255139158978755767' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2239048642416763213/posts/default/255139158978755767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2239048642416763213/posts/default/255139158978755767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://khonsafitria.blogspot.com/2010/08/internet-sehat-di-bulan-ramadhan.html' title='INTERNET SEHAT DI BULAN RAMADHAN'/><author><name>fitri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917489838276422643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_pfK6FNh9S8U/TJMXkCnomYI/AAAAAAAAADI/Y9g3xMDuJVE/S220/laa-.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2239048642416763213.post-6351796343720002706</id><published>2009-11-15T07:31:00.000-08:00</published><updated>2009-11-15T07:33:49.705-08:00</updated><title type='text'>PEMUDA GARDA TERDEPAN PEJUANG SYARIAH DAN KHILAFAH</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5CFi3%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5CFi3%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5CFi3%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5CFi3%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5CFi3%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5CFi3%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pemuda adalah ujung tombak revolusi. Pemuda mempunyai posisi yang sangat penting dalam proses regenerasi suatu bangsa. Ditangan pemudalah masa depan suatu bangsa akan ditentukan. Masa muda merupakan saat pikiran dan kreasi menunjukkan kemampuan untuk menemukan dan menciptakan sesuatu dalam bentuk yang terbaik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Namun, sekarang kenyataannya tidaklah seindah demikian&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;, tatanan kehidupan yang sekuleristik, baik dari sistem ekonomi yang kapitalistik, sistem politik yang oportunistik, sistem sosial yang individualistik, sistem pendidikan yang materialistik dan sistem budaya yang hedonis mengakibatkan &lt;span style=""&gt;emosi labil karena krisis aqidah, kehidupan kian individualis, hedonis, krisis keluarga sakinah, seks bebas bahkan kriminal. Seluruh aspek telah menjadi korban tatanan kehidupan sekuler tersebut, tak terkecuali generasi mudanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Bisa dibayangakan bagaimana nasib negri ini jika pemudanya tidak peduli akan permasalahan umat yang ada, menjadi generasi yang individualis, hedonis dan permisive. Bisa kita bayangkan betapa hancurnya dunia ini jika generasi mudanya hidup bebas tanpa aturan, tidak mengenal pahala maupun dosa dan tidak tahu serta tidak mau tahu jika hukum Allah Sang Pencipta Alam diabaikan dan dicampakkan. Mau dikemanakan negri ini? Akankah kita berdiam diri sambil mengunggu waktu kehancuran yang sempurna?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sejarah mencatat dengan tinta emas bahwa tidak ada kebangkitan suatu bangsa tanpa kiprah para pemudanya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Penakluk benteng konstatinopel di Romawi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;adalah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt; seorang pemuda dibawah umur 24 tahun yaitu Muhammad al-Fatih, Umar bin Abdul Aziz seorang Khalifah (Kepala Negara) dalam waktu singkat (+- 2 tahun) mampu menstabilkan perekonomian negara dal&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;m usia yang masih belia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;, ada pula Thariq bin Ziyad sang penakluk Spanyol (Andalusia), &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;negeri di daratan Eropa yang pertama kali masuk dalam pelukan Islam di zaman Pemerintahan Kekhalifahan Bani Umaiyah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Masa muda adalah adalah lambang kekuatan, keberanian, vitalitas dan energi. Bilal bi Rabbah rela menerima cambukan dari tuannya dan diseret kuda di tengah padang pasir serta dijemur di bawah terik matahari, Ali bin Thalib rela menggantikan tidur Rasulullah di rumahnya saat Rasul diancam dibunuh oleh orang – orang Quraisy.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Betapa indahnya sosok remaja Islam dan kebangkitan yang dihasilkannya. Tapi kemanakah sosok pemuda Islam saat ini.Akankah hal ini hanya sebagai hal yang hanya bisa dirindukan semata? Pastinya tidak, ramaja adalah bagian dari umat Islam. Remaja ikut pula bertanggung jawab atas semua persoalan umat. Remaja adalah masa depan, jika remaja selamat maka akan selamat pula masa depan umat. Jika remaja bangkit maka akan bangkit pula umat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Saatnya remaja bangkit untuk menyisingkan lengan baju dan merapatkan barisan, berada di barisan terdepan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;untuk memperjuangkan syariah dan khilafah. Memperjuangkan tegaknya kembali hukum Allah yang sudah dicampakkan selama ini oleh umat muslim sendiri. Saatnya bangun dari buaian musuh Allah, dari jebakan – jebakan orang kafir yang sengaja menghancurkan generasi muda dengan politik 3F(food, fun and fashion) nya. Saatnya pemuda menumbangkan sistem kapitalis dan mengusung Islam sebagai sebuah sistem. Karena kebangkitan Islam itu ada ditangan pemudanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2239048642416763213-6351796343720002706?l=khonsafitria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://khonsafitria.blogspot.com/feeds/6351796343720002706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2239048642416763213&amp;postID=6351796343720002706' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2239048642416763213/posts/default/6351796343720002706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2239048642416763213/posts/default/6351796343720002706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://khonsafitria.blogspot.com/2009/11/pemuda-garda-terdepan-pejuang-syariah_15.html' title='PEMUDA GARDA TERDEPAN PEJUANG SYARIAH DAN KHILAFAH'/><author><name>fitri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917489838276422643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_pfK6FNh9S8U/TJMXkCnomYI/AAAAAAAAADI/Y9g3xMDuJVE/S220/laa-.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2239048642416763213.post-4369665728982461599</id><published>2009-07-11T10:14:00.000-07:00</published><updated>2009-07-11T10:21:36.438-07:00</updated><title type='text'>NIAT HATI BAIK, MALAH TERTOLAK</title><content type='html'>“Ni, aku lagi kena masalah besar ini, lagi kena virus merah jambu”, kata Sisi. “Virus merah jambu? Asyik  dunk! Ma sapa Si?”, Tanya Ani pada Sisi sahabatnya. “Ma Boby anak baru yang pinter, ganteng, keren, tajir pula”, jawab Sisi. “Ya udah nunggu apa lagi ya udah bilang aja”, ujar Ani menyemangati Sisi.”Bilang? Gila lu, aq tu cewek tau, masa bilang duluan, jangan dudul dong Ni, mau mempermalukan diri  sendiri apa, ya kalo ditrima, kalo ditolak mau ditaruh mana mukaku”, kata Sisi. “Taruh disitu, masa di comberan..”, sahut Ani sambil menunjuk muka Sisi.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;	Seminggu setelah pembicaraan kedua sahabat , banyak hal yang berubah pada diri Sisi. Bahkan sudah tiga hari Sisi ga masuk kuliah tanpa kabar. Ani pun berinisiatif mengunjungi Sisi. Sesampai di rumah Sisi, ternyata Sisi ga mau keluar kamar. Hanya Sasa kakak Sisi yang menemui Ani. Sasapun menceritakan pada Ani perubahan sikap Sisi beberapa hari belakangan ini. Ia ga mau makan, ga mau keluar kamar dan kehilangan semangat. Hal ini karena rasa terpendamnya pada Ari, Sisi ingin Ari jadi kekasihnya. Melihat kondisi Sisi, Anipun ga tega dia akhirnya menemui Ari, menceritakan semuanya dan meminta Ari mau menjadi kekasih Sisi. Anipu jadi sang pahlawan cinta yang  akhirnya Ari dan Sisipun jadian walaupun hanya berjalan 6 bulan kemudian mereka putus.&lt;br /&gt;	Sepenggal kisah yang pernah ada, kisah orang picik yang merasa dirinya benar dengan memfasilitasi sahabatnya untuk berpacaran dengan alasan kasihan pada sahabatnya. Dengan alasan sayang dan ingin memperbaiki kondisi sahabatnya. Kisah orang yang lupa akan kaidah syara’ “Barangsiapa yang melakukan aktivitas tidak sesuai dengan perintah Allah maka tertolaklah”. Lupa bahwa Allah akan menilai suatu perbuatan bukan hanya dilihat dari niat hati seseorang, tapi juga caranya harus benar sesuai dengan perintah Allah. Alangkah meruginya orang yang beraktivitas hanya mengandalkan niat saja tanpa dibarengi dengan cara yang sesuai dengan perintah Allah. Niat kita yang sering kali baik, tapi caranya tidak sesuai dengan perintah Allah. Maksud hati baik ingin menolong sahabat, tapi caranya dengan memfasilitasi pacaran, suatu hal yang dilarang Allah. Dimata manusia sebagai pahlawan cinta, tapi dimata syara’ menjadi penjahat cinta. Sebuah amalan yang sia – sia bahkan merugi karena mengantarkan sahabatnya kepada kemaksiatan. Sobat, mari kita lihat amalan pada diri kita sudah masuk amalan shalihkan amalan kita, amalan yang niat dan caranya senantiasa sesuai dengan perintah Allah yang bernilai pahala?, atau amalan sia – sia yang hanya mendapat cape semata? atau bahkan amalan yang merugi, yang dari amalan yang kita lakukan hanya membuahkan dosa??? Sesuatu yang baik menurut manusia belum tentu baik dimata Allah, dan sesuatu yang buruk dimata manusia belum tentu buruk dimata Allah. Karenanya jangan pernah menilai sesuatu dengan pandangan manusia yang relative, jangan memutuskan sesuatu tanpa berpegang pada Al Quran dan As sunah, karena hanya Allah Maha Pemberi Keputusan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;by:fie3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2239048642416763213-4369665728982461599?l=khonsafitria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://khonsafitria.blogspot.com/feeds/4369665728982461599/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2239048642416763213&amp;postID=4369665728982461599' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2239048642416763213/posts/default/4369665728982461599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2239048642416763213/posts/default/4369665728982461599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://khonsafitria.blogspot.com/2009/07/niat-hati-baik-malah-tertolak.html' title='NIAT HATI BAIK, MALAH TERTOLAK'/><author><name>fitri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917489838276422643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_pfK6FNh9S8U/TJMXkCnomYI/AAAAAAAAADI/Y9g3xMDuJVE/S220/laa-.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2239048642416763213.post-224834123720345993</id><published>2009-06-13T06:30:00.000-07:00</published><updated>2009-07-11T10:27:55.874-07:00</updated><title type='text'>MENGUBAH DUNIA DENGAN TANGANMU</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta di Indonesia, 70% dari pecandu narkoba berasal dari remaja, 30% pekerja seks berusia 18 tahun, bahkan yang sangat tragis adalah jumlah pelaku aborsi setiap tahunnya mencapai 2,3 juta dan 30 % di antaranya dilakukan oleh remaja. (hidayatullah.com). Jumlah pelajar pengguna Narkoba di Indonesia, berdasarkan data BNN tahun 2006 tercatat sebanyak 83.000 pelajar. Baik siswa SD, pelajar SMP, maupun SMA. (ismki.com, 27/06/08). Berdasar hasil survei komnas perlindungan anak tercatat sebanyak 97,3% remaja pernah ciuman, petting dan oral sex, 62,7% remaja SMP tidak perawan lagi, 21,2% remaja SMU pernah aborsi, 97% remaja pernah nonton film porno(liputan6.com)&lt;br /&gt;Fakta menunjukkan tidak sedikit remaja yang terpengaruh gaya hidup liberal dan hedonis, yang menjauhkan remaja dari gaya hidup yang beradab, yaitu gaya hidup yang merujuk pada aturan Allah SWT, pencipta manusia. Atas nama kebebasan, banyak remaja yang terjebak dalam pergaulan bebas, silau dengan kehidupan sekuler-kapitalistik. Memang banyak remaja yang tidak menggunakan narkoba, isap nikotin atau terjun ke dunia seks bebas. Sayangnya mereka lebih memilih kegiatan perlombaan untuk meraih popularitas lewat jalan pintas dalam audisi pencarian bakat. Atau mengisi waktu luang dengan nongkrong di pinggir jalan, hangout ke arena dugem, atau ngetem di playstation.&lt;br /&gt;Remaja saat ini tengah mengalami dekadensi moral, remaja sudah terpola menjadi generasi yang individualis, akrab dengan hedonisme, premanisme dan konsumtif dan terjangkit budaya snobis. Hal ini tidak lepas dari arus goblalisasi yang di dalamnya terdapat westernisasi  sehingga peradaban  barat masuk dengan mudah tanpa adanya suatu penyaringan terlebih dahulu. Sebagaimana disebutkan dalam buku Megatrend 2000, formula 3f alias food, fun and fashion, virus ini bakal merusak system tata nilai manusia penghuni dunia ketiga. Dan berdasarkan fakta di atas, remaja di Indonesia terbukti sudah “klepek” dengan virus 3F ini.&lt;br /&gt;Sebagai remaja muslim pastinya kita ga ingin melihat temen – temen kita, saudara kita, tetangga kita ato malah kita sendiri terjangkit virus tersebut. Menyaksikan kebejatan moral remaja yang membuat terus beristighfar dan ngelus dada. Tapi jika hanya istighfar dan ngelus dada ga buat virus tersebut hilang begitu saja ato buat temen, saudara dan tetangga kita jadi tersadarkan kalo udah terjangkiti virus tersebut. Sehingga sebagai remaja muslim kita perlu action dan tidak berdiam diri ketika sudah tau ada virus yang menyebar.&lt;br /&gt;Melihat kondisi remaja saat ini bisa dikatakan bahwa remaja kita sedang sakit. Sapa yang akan menjadi dokternya? Sapa lagi kalo bukan remaja itu sendiri yang akan menjadi dokternya. Karena cuma ada dua piliahan menjadi pasien atau menjadi dokter. Tentu saja jika kita memilih menjadi dokter. Untuk bisa menjadi dokter kita harus melayakkan diri kita dengan untuk menjadi seorang dokter. Dengan mengenali sapa diri kita, jenis penyakit remaja, metode terapinya dan obatnya. Dan hal ini bisa kita dapatkan dengan belajar, belajar dan belajar serta mengikuti kegiatan pembinaan keislaman. Karena usia remaja adalah masa pencarian jati diri, usia baligh dimana dari sinilah semua perbuatan yang kita lakukan akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah. Karena itu kita mesti lebih berhati – hati dalam berntindak jangan asal bertindak seperti waktu kita masih anak – anak dulu, sebagaimana HR. Abu Dawud “Pena(hisab Allah) diangkat dari tiga golongan, dari orang tidur sampai terbangun, dari anak kecil sampai ihtilam (dewasa) dan orang gila sampai dia berakal”. Untuk itu kita perlu belajar supaya tau mana yang benar dan mana yang salah menurut Islam, supaya g salah langkah dan g salah kaprah kaya sekarang, kalo udah remaja berarti dah gedhe, dah boleh pacaran, dah boleh pulang malem. Harusnya kita inget kalo dah remaja bukan badan doang yang tambah gedhe, tapi tanggung jawab juga tambah gedhe termasuk tanggung jawab memperbaiki kondisi umat, menjadi dokter umat. Imam Asy Syafii mengatakan: "Sesungguhnya kehidupan pemuda itu, demi Allah hanya dengan ilmu dan takwa (memiliki ilmu dan bertakwa), karena apabila yang dua hal itu tidak ada, tidak dianggap hadir (dalam kehidupan)." Dan supaya jadi dokter yang handal dan g salah suntik kita harus rajin mengikuti  pembinaan keislaman untuk  membekali diri kita agar bisa menjadi dokter umat.&lt;br /&gt;Sebagaimana pembinaan yang telah dilakukan oleh Rasullah SAW kepada pemuda Islam yang mampu menghasilkan generasi penerus yang mempunyai kepribadian Islam yang kokoh, yang mempunyai pola pikir dan pola sikap Islami. Yang mampu menghasilkan dokter – dokter umat, seperti Thariq bin Ziyad salah satu dari pemuda-pemuda pilihan yang memiliki kontribusi penyebaran Islam di negeri matador Spanyol. Pada tahun 92H/711 M pasukan muslim yang dipimpin oleh panglima muda Thariq bin Ziyad yang berusia 25 tahun menyeberangi selat Gibraltar (Jabal Thariq) agar sampai di Spanyol. Atas pertolongan Allah Swt pasukan raja Rhoderick (Spanyol) yang berkekuatan 100.000 pasukan tumbang di tangan pasukan muslim yang hanya berjumlah 7000 dan 5000 pasukan tambahan. Selain itu ada Mus’ab bin Umair yang dalam waktu sekitar 1 tahun telah berhasil mengislamkan sebagian besar penduduk Madinah. Ibnu Taimiyah yang mampu merubah penjara menjadi pondok pesantren, Aisyah yang telah meriwayatkan hadist dari Rasul sebanyak 2220 hadits.&lt;br /&gt;Sudah seharusnya remaja muslim saat ini memikirkan masa depan ke arah yang lebih baik seperti remaja-remaja di masa hukum-hukum Allah Swt masih ditegakkan di dalam seluruh tatanan kehidupan manusia dibawah naungan Khilafah. Karena generasi muda mempunyai posisi penting dalam proses regenerasi suatu masyarakat dan bangsa. Generasi yang akan menyambut tongkat estafet kepemimpinan suatu negeri. Sudah saatnya meninggalkan tatanan hidup yang rusak dan mengambil kehidupan mulia yang diatur dengan hukum-hukum Allah SWT. Dan menjadi dokter umat untuk mengembalikan kejayaan Islam dan kaum muslimin. Bukan menjadi pasien yang terjangkit dan terlena dengan virus 3F. Saatnya remaja menjadi martir revolusi yang membakar semangat umat untuk mengembalikan kejayaan Islam dan kaum muslimin, saatnya mengubah dunia dengan tangan kita.(disampaikan pada dialog remaja "Ubah Dunia dengan Tanganmu" 19/04/09)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);"&gt;by:fie3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2239048642416763213-224834123720345993?l=khonsafitria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://khonsafitria.blogspot.com/feeds/224834123720345993/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2239048642416763213&amp;postID=224834123720345993' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2239048642416763213/posts/default/224834123720345993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2239048642416763213/posts/default/224834123720345993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://khonsafitria.blogspot.com/2009/06/mengubah-dunia-dengan-tanganmu.html' title='MENGUBAH DUNIA DENGAN TANGANMU'/><author><name>fitri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917489838276422643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_pfK6FNh9S8U/TJMXkCnomYI/AAAAAAAAADI/Y9g3xMDuJVE/S220/laa-.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2239048642416763213.post-6234552788560166931</id><published>2009-04-02T22:06:00.000-07:00</published><updated>2009-07-11T10:31:14.872-07:00</updated><title type='text'>POLIGAMI, G MASALAH</title><content type='html'>Duh, gimana ya kalo suami menikah lagi?  Jika pertanyaan tersebut dilemparkan ke para istri, pasti jawabannya beragam.Ada yang g dech, mending minta cerai aja. Wah dzolim ini namanya, g mikir perasaan wanita apa? Ato ada yang mengajukan berbagai persyaratan, harus adil, bisa memenuhi kebutuhan semuanya dan syarat  - syarat yang lain. Dan g sedikit pula yang menolak menjawab dengan alasan KDRT alias kekerasan dalam rumah tangga. Masyaallah begitu beragamnya jawaban dari kaum hawa ya.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Sebagai muslimah tentunya ketika ada pertanyaan kembalikan jawabannya kepada Al Quran dan as sunah. Dalam QS An – Nisa: 3 , “Maka kawinilah wanita – wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga atau empat (poligami)….”. Sepenggal ayat ini menjadi kebolehan poligami, yaitu seorang suami boleh memiliki istri dua, tiga atau empat. Namun, fakta Islam membolehkan poligami bagi seorang laki – laki untuk beristri lebih dari satu telah menyebabkan munculnya berbagai hujatan dan kesalahpahaman dari berbagai kalangan.&lt;br /&gt;Sebagai seorang muslim tentunya kita tidak boleh menerima mentah – mentah berbagai informasi yang ada. Menolak bahkan mengharamkan poligami dengan alasasn terjadi KDRT, terjadi kedzoliman, diskriminasi terhadap perempuan, tidak adil dan berjuta alasan yang lain. Tentunya kita harus kembalikan kepada Al – Quran dan as sunah bagaimana memandang masalah poligami ini.&lt;br /&gt;Dalam QS. AN nisa : 3 di atas telah dijelaskan kebolehan poligami, yaitu seorang laki – laki boleh beristri lebih dari satu, dengan baasan maksimal empat. Disini poligami hukumnya mubah (boleh, tentu bolah artinya bukan sunah, makruh, wajib ataupun haram. Seorang pria boleh melakukan monogamy ataupun poligami, tidak perlu disuruh – suruh, dipaksa – paksa, ditakut – takuti atau diancam – ancam. Adapun ayat selanjutnya “ kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja”. Penggalan ayat ini merupakan anjuran seseorang yang khawatir terhadap dirinya bila terjerumus berbuat lalim kepada  istri – istrinya,maka hokum atas dirinya lebih utama bila hanya memiliki istri satu.&lt;br /&gt;Poligami juga bukan penyebab adanya KDRT dalam rumah tangga, jika terdapat fakta banyak terjadi KDRT, istri dipukuli, disiram air panas atau kekerasan yang lain sehingga poligami dilarang, maka perlu dipertanyakan lagi  yang dilarang itu pologaminya atau kekerasan poligaminya? Karena jika menghukumi sesuatu hanya berdasarka pada fakta saja, pada faktanya tidak sedikit yang monogamy juga melakukan KDRT, istri satu – satunya dipukuli, disetrika dan lain – lain, Apakah dengan fakta ini monogamy jadi dilarang? Sehingga mana yang harus diperbaiki? Pologami, monogamy atau perilaku sang suami yang berumah tangga? Jika jawabannya adalah perilaku sang suami yang berumah tangga maka perlu peran negara dalam mendidik akhlaq masyarakat dengan mewajibkan memahami hokum – hokum Islam tentang berumah tangga.&lt;br /&gt;Poligami juga bukan bentuk diskrimasi terhadap perempuan. Karena sebelum datangnya Islam, kaum perempuan diperlakukan layknya hewan atau objek yang dimanfaatkan demi kepuasan kaum laki – laki. Para gadis, perempuan dewasa, maupun para janda sama sekali tunduk di  bawah kekuasaan dan hawa nafsu kaum adam. Pada masa jahiliyah, seorang laki – laki bisa mengawini perempuan berapapun banyaknya sesuai banyaknya sesuai keinginannya dan memperlakukan perempuan sesukanya. Dan dimasa sekarang praktek seperti ini terus berlangsung dalam bentuk yang berbeda seperti praktek kawin – cerai, perselingkuhanm prostitusi dan sebagainya. Kaum hawa dibiarkan mempertahankan diri mereka dan anak – anaknyaa tanpa peran laki –laki, angka perceraian semakin tinggi, perselingkuhan makin marak dan praktek prostitusi makin merajalela.&lt;br /&gt;Islam tidak menghapus poligami, karena dalam beberapa kasus tertentu poligami merupakan sesuatu yang perlu dan bahkan menjadi alternative solusi yang lebih baik. Sehingga sebagi kaum muslim kita harus lebih cerdas dalam memahami berbagai masalah yang ada termasuk diantaranya tentang poligamin. Jang mudah termakan stigma dan mengambil serta merubah hokum hanya berdasarkan fakta saja. Semua harus dikembalikan pada al Quran dan as sunah dan dalam quran dan as sunah telah dijelaskan kebolehan poligami yang bersifat mutlak. Juga kita sebagai umat muslim harus waspada dengan adanya pihak – pihak yang berupaya mengubah status hokum poligami adalah dalam rangka menjauhkan hokum – hokum Islam tentang kelurga dan masyarakat.&lt;br /&gt;Sedangkan adanya praktik poligami yang keliru di tengah – tengah masyarakat seperti KDRT dan sebagainya karena poligami tidak dijalankan sesuai syariat. Dan kita harus lebih waspada dengan fakta – fakta yang sengaja digulirkan adalah upaya membawa masyarakat membenci praktik syariat Islam dalam hokum keluarga dengan  penggambaran yang keliru tentang poligam&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;i.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 255, 153);"&gt;by:fie3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2239048642416763213-6234552788560166931?l=khonsafitria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://khonsafitria.blogspot.com/feeds/6234552788560166931/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2239048642416763213&amp;postID=6234552788560166931' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2239048642416763213/posts/default/6234552788560166931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2239048642416763213/posts/default/6234552788560166931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://khonsafitria.blogspot.com/2009/04/poligami-g-masalah.html' title='POLIGAMI, G MASALAH'/><author><name>fitri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917489838276422643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_pfK6FNh9S8U/TJMXkCnomYI/AAAAAAAAADI/Y9g3xMDuJVE/S220/laa-.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2239048642416763213.post-609698053205449603</id><published>2009-04-02T21:49:00.000-07:00</published><updated>2009-07-11T10:33:12.025-07:00</updated><title type='text'>CELEBRITI WANNA BE</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selebriti, sebuah kata yang lagi diincar para remaja saat ini. Ajang pencarian bakat untuk menjadi Miss Celebrity kini baru digelar oleh salah satu stasiun televisi swasta ternama di Indonesia. Ratusan gadis remaja dari berbagai kota seperti Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, Makasar, Banjarmasin, Medan, Palembang, Menado berbondong – bondong mengikuti acara yang bertujuan mencari selebriti baru dan fresh di tanah air yang akan bermetamorfosis menjadi seorang aktris, presenter, dan model terkenal di dunia entertainment Indonesia. Yang  merasa telah memenuhi syarat  perempuan usia 15 - 23 tahun, belum pernah menikah, sehat jasmani dan rohani, tinggi badan minimal 158 cm dan bebas narkoba langsung dech tinggal isi formulir pendaftaran. Ternyata ajang ini laris manis diikuti oleh para remaja, hal ini terbukti dari beberapa audisi yang telah digelar dari beberapa kota seperti di Semarang diikuti oleh 275 peserta di Jakarta diikuti oleh 924 peserta . Pada musim pertama, terdapat 2.000 orang yang mendaftar dan audisi Miss Celebrity. Para peserta berlomba – lomba untuk meraih gelar Miss Celebrity, Miss Celebrity Favourite, Miss Celebrity Fotogenic, Miss Celebrity Best Hair,  Miss Celebrity Best Skin, Miss Celebrity Best Smile. Pemenang Miss Celebrity atau sering disebut dengan MICEL ini akan memperoleh kontrak kerja senilai 500 juta rupiah dan terjun langsung dalam aktivitas kegiatan produksi. Wow, sebuah iming – iming yang sangat menggiurkan.&lt;br /&gt;Selebriti memang sebuah profesi yang indah didengar, sebuah gelar yang menjanjikan popularitas, kebahagiaan, kegelimangan harta. Ajang pencarian bakat yang digelarpun menyediakan kontrak senilai Rp 500 juta sebagai presenter, model, dan pemain sinetron di sejumlah rumah produksi. Sehingga dengan mengikuti audisi tersebut menjanjikan berbagai macam kenikmatan hidup. Para remaja putri berusia 15-23 tahun yang berangan-angan menjadi selebritas, siap-siap saja impian itu jadi kenyataan.Ibarat sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui, sekali mengikuti audisi materi langsung melimpah, popularitas langsung melambung tinggi, nama langsung dikenal seantero tanah air dari Sabang sampai Merauke. Dan pastinya hidup akan berubah 180 derajat yang dulunya pas – pasan keuangan jadi longgar, yang dulunya dah kaya makin kaya. Yang dulunya cuma di kenal tetangga atau mentok sa RT sekarang dikenal diseluruh daerah di Indonesia.&lt;br /&gt;Apa iya sich jadi seleb mesti bahagia, kaya dan semua serba indah? Ternyata dibalik kata indah selebrity banyak sekali sisi gelap dunia selebrity  kaya budaya permissive alias serba boleh, gaul bebas dan  drugs.  Dunia gemerlap alias dugem sudah menjadi sebuah rutinitas. Dunia yang serba boleh, bahkan telanjangpun boleh atas nama seni. Gaul bebas tanpa batas juga sudah menjadi hak yang wajar. Gonta – ganti pacar bukan suatu hal yang aneh, malah aneh jika g pernah ganti pacar apalagi g pacaran. Tak sedikit artis muda kita yang hamil diluar nikah. Selain itu kasus perselingkuhan juga kerap kali menghiasi infotaiment, bahkan ga sedikit seleb yang mengidap penyakit kelamin. Kasus narkoba juga kian marak dikalangan  selebritis Indonesia sebut saja diantaranya actor kawakan  Roy Marten, sejumlah seleb pemakai narkoba yang ketangkep aparat terus kudu nginep di LP terekam rapi oleh media massa. Ada pula komedian Sudarmaji alias Doyok, Polo yang udah dua kali masuk bui, Ibrahim Azhari alias Ibra Azhari (adik kandung Ayu Azhari) atau Derri ‘4 sekawan’, Revaldo. Di kalangan seleb cewek ada Zarima sang ‘ratu’ ekstasi dan Ria Irawan yang terbukti menjadi pengedar sekaligus pemakai dan yang paling hangat artis muda Sheila Marcia  dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;Itu baru prodik local, di luar sana seleb yang doyan pake narkoba juga bejibun. Mulai dari para personel The Beatles atau Guns N Roses sampe yang tewas lantaran over dosis seperti dialami oleh Brian Jones dari Rolling Stone atau gitarist legendaris, Jimmy Hendrix dan pentolan Nirvana, Curt Cobain. Ga Cuma artis cowok, yang cewekpun ga mau ketinggalan, sebut saja Britney Spears, penyanyi yang terkenal lewat lagu 'Baby One More Time' ini kehidupannya penuh kontroversi, mulai dari narkoba, hamil di luar nikah, dan terakhir perebutan hak asuh kedua anaknya dengan Kevin Federline. Wah lengkap sudah.&lt;br /&gt;Selain itu ada juga selebriti dadakan yang namanya melambung akibat acara konteks disalah satu televisi  swasta. Ian Kasolo, mantan peserta kontes dangdut disalah satu televisi swasta ini, kini bekerja mengantarkan katering di kompleks perumahan di kawasan Depok.  Bujangan asal Solo, Jawa Tengah, itu lolos audisi dengan menyingkirkan ribuan peserta dan berhak mengikuti kontes di Jakarta. Karena mimpi menjadi artis begitu besar, pemuda lulusan SMA ini rela meninggalkan pekerjaan tetap sebagai kurir di bank swasta di Solo yang memberinya penghasilan sekitar Rp 1 juta per bulan. Bayangan bergelimang harta seperti sudah di depan mata. Demi mimpinya Ian sampai rela ngebom sms hingga 30 juta rupiah yang dia pinjam dari lintah darat. Sekarang terkenal tidak, terlilit utang iya. Bahkan ia sempat frutasi dan mau bunuh diri. Kisah Ian ini hanyalah satu contoh kecil kisah sang korban mimpi.&lt;br /&gt;Kehidupan selebriti yang dekat dan akrab dengan  dunia gemerlap, dunia drugs, dunia free sex bukanlah rahasia lagi. Sudah banyak artis – artis yang keluar dari dunia hitam tersebut, sebut saja Hari Moekti yang sekarang sudah menjadi ustad, Ustad Jefri al Bukhari ato yang akrab dipanggil Uje, ustad yang dulunya pernah nyandu narkoba dan almarhum Gito Rolis yang sebelum merasakan ke-Mahaan Allah dalam dirinya, almarhum Gito Rolis hidup dalam serba kecukupan. Bergelimang kemewahan, bergiat dalam kehidupan malam, bertemankan jarum neraka. Begitulah hari demi hari yang dilalui seolah pakaian yang tak pernah lepas dari badannya.  Namun apakah  hidup seperti itu mampu mendatangkan ketenangankah semua itu? Sebuah pertanyaan yang belum terjawab, sebuah rasa yang belum pernah ada dan sebuah keinginan yang belum tercapai. Pada akhirnya semuanya hanya menghantarkannya ke alam risau, resah dan gelisah.Klimaks terjadi kala ia merayakan ulang tahunnya yang ke-50 pada 1997. Di situ, Gito mengundang seluruh karibnya untuk berpesta alkohol dan obat sepuasnya.Dalam kerisauan panjang, beriring desah dan keluh kesah, daerah Puncak Bogor –Puncak dikenal sebagai tempat rekreasi di daerah Jawa Barat– selalu menjadi tempat menumpahkan penat, mengubur kegundahan yang membuncah. Wal hasil bukan ketenangan yang didapat bahkan gelisah itu makin menjadi. Namun dari daerah inilah benih hidayah itu mulai mekar membesar. Puncak menjadi tempat bersejarah, tempat solusi menjawab segala kerisauan. Disitulah almarhum Gito Rolis mulai mengenal masjid dan mendalami agama Islam.&lt;br /&gt;Pastinya kita sebagai manusia menginginkan hidup bahagia. Tapi kebahagiaan seperti apakah yang kita inginkan? Apakah kebahagiaan materi dengan bergelimang harta, dengan popularitas yang menanjak, dengan nama yang dikenal seantero jagad, dengan kecantikan yang dipertontonkan kepada khalayak umum? Sebagai seorang muslim pastinya kita ga hanya ingin hidup bahagia dunia saja kan? Tapi bahagia di dunia yang fana maupun bahagia di akherat yang kekal selamanya. Sehingga takaran mengejar kebahagiaan kita ga hanya dengan berlimpah materi dan popularitas yang melambung tinggi semata. Bukan hanya mulia di dunia dan dimata manusia saja yang kita inginkan tapi kemuliaan hakiki. Kemuliaan hakiki ini ga bisa kita raih dengan harta dan popularitas saja, tapi ketaatan yang penuh pada Sang Pemilik hidup. Untuk apa harta yang  melimpah dan popularitas yang melangit jika nanti yang kita dapat hanya murkaNya. Demi harta dan popularitas kita lupa dengan rambu – rambu yang telah ditetapkan Allah SWT, demi harta dan popularitas kita lupa akan standar halal – haram. Semua jadi boleh dengan label mengejar materi dan popularitas. Kebahagiaan hakiki bukanlah dinilai dari berapa banyak materi yang kita dapat tapi barokahkah materi yang kita dapat, bukan dari fotogenickah kita, tapi bagaimana nanti kita menampilkan foto amalan – amalan baik kita sewaktu di dunia, bukan rambut terindah yang kita punya tapi bagaimana kita menjaga mahkota kita dengan kerudung, bukan kulit terhalus yang kita punya tapi bagaimana kita menutup kulit terhalus kita dengan jilbab, bukan senyum palsu yang kita sebarkan dihadapan  umum namun senyum termanis ketika rapot amalan kita diterima dengan tangan kanan kita, bukan berapa banyaknya sms yang masuk tapi berapa banyaknya amal shalih yang kita kerjakan. Untuk menuju kemuliaan hakiki bukalah materi dan nama besar yang harus kita raih dan kita jadikan tujuan hidup, namun ridlo Allah yang harus kita raih dan kita jadikan tujuan hidup. Karena hanya dengan ridliNyalah kebahagiaan dunia dan akherat akan terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 255, 153);"&gt;by:fie3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2239048642416763213-609698053205449603?l=khonsafitria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://khonsafitria.blogspot.com/feeds/609698053205449603/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2239048642416763213&amp;postID=609698053205449603' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2239048642416763213/posts/default/609698053205449603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2239048642416763213/posts/default/609698053205449603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://khonsafitria.blogspot.com/2009/04/celebriti-wanna-be.html' title='CELEBRITI WANNA BE'/><author><name>fitri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917489838276422643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_pfK6FNh9S8U/TJMXkCnomYI/AAAAAAAAADI/Y9g3xMDuJVE/S220/laa-.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2239048642416763213.post-2107196854831960463</id><published>2008-11-04T22:51:00.001-08:00</published><updated>2009-07-11T10:35:29.863-07:00</updated><title type='text'>INGAT, ALLAH SENANTIASA MENGAWASI KITA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disadari atau tidak, berbagai penyimpangan dan kemaksistan yang banyak terjadi saat ini mayoritas dilakukan oleh umat muslim. Mulai dari rakyat jelata sampai pejabat tinggi, mulai dari kemaksiatan “kecil – kecilan” sampai kemaksiatan jamaah alias besar – besaran. Mereka lakukan kemaksiatan dengan lenggangnya seolah – olah Allah tidak melihatnya.  &lt;br /&gt;   Di tengah budaya hedonis (hanya mencari kesenangan) dan budaya pemisiv ( serba boleh) dan serba bebas tanpa aturan, umat seakan – akan lupa pada standar halal – haram. Batas ma’ruf dan munkar bahkan sangat tipis sekali. Banyak sekali yang menghalalkan segala cara untuk kepuasan nafsu duniawinya.&lt;br /&gt;   Misalnya di bidang pendidikan, moral para siswa san mahasiswa yang kian hari kian memprihatikan. Kualitas pendidikan yang semakin menurun, karena budaya hedonis dan pemisiv yang seolah – olah telah “mentajasad” di diri siswa. Perilaku remaja yang terpelosok dalam nakoba dan seks bebas dan berujung pada kriminalitas semakin menambah panjang deretan kasus di bidang pendidikan.&lt;br /&gt;   Dari segi ekonomi, di tengah system kapitalis ini, segala cara dilakukan untuk mencapai untung sebesar – besarnya dengan modal sesedikit mungkin atau bahkan tanpa modal. Sistem ribawi menjadi sebuah mata rantai yang tiada putusnya. Penjual berlaku curang dengan mengurangi timbangan, pemalsuan produk, pengoplosan BBM, ilegal loging dan berbagai kasus yang lain.&lt;br /&gt;   Bidang social budaya juga demikian, secara kuantitas umat muslim adalah penduduk mayoritas di Indonesia, tetapi ironis sekali ketika digulirkan Rancangan  Undang – undang Anti Pornografi dan Pornokasi, justru dari kalangan umat muslim sendiri banyak menolak. Mereka menolak sesuatu yang diharamkan Allah dengan dalih kebebasan dan menomorduakan perempuan. Akhirnya seks bebas dimana – mana, pelacuran bagai jamur disana – sini, bahkan bias dinikmati oleh anak – anak yang belum dewasa.&lt;br /&gt;   Para pejabat elit pun juga tak mau ketinggalan, banyak yang muslim tetapi ketika mengemban amanah dari rakyatnya mereka abai terhadap batasan halal – haram. Budaya sogok – menyogok yang sudah menjadi “kebiasaan”, korupsi yang dilakukan secara berjamaah, kebijakan – kebijakan yang semakin tidak berpihak pada rakyat.  &lt;br /&gt;   Sedikit porter buram umat muslim sekarang ini. Lalu salah siapa? Salah islamnya atau orangnya? Yang pasti Islam diturunkan adalah sebagai rahmatanlil’alamin (rahmat bagi sekalian alam), sehingga jika Islam belum sepenuhnya menjadi rhmat, pasti ada sesuatu yang salah dari berislamnya umat saat ini. Umat lupa akan konsekuensi keimanan seorang muslim, bahwa segala hidupnya hanya untuk Allah, Allah senantiasa mengawasi setiap aktivitas kita.&lt;br /&gt;   Umat  juga lalai bahwa setiap apa yang kita lakukan (baik perkataan, perbuatan bahkan hati) pasti akan dimintai pertanggung jawabannya oleh Allah. Sebagaimanan firman Allah dalam Q. AL Isro’ : 33. “Sesungguhnya pendengaran, pengihatan, dan hati semuanya akan dimintai pertanggung jawaban”.&lt;br /&gt;   Sikap merasa senantiasa diawasi Allah ini akan muncul dengan dorongan iman yang kuat dan produktif. Dan hal ini memang bukanlah suatu perkara yang mudah, perlu dukungan dari berbagai pihak, dari individu adanya kesadaran yang kuat untuk membina diri, dan juga adanya kontol masyarakat dan yang terpenting adalah penegakan aturan Islam dalam segala aspek kehidupan oleh penguasa. Karena hanya Islamlah yang bias menyelesaikan seluruh persoalan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 255, 153);"&gt;by:fie3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2239048642416763213-2107196854831960463?l=khonsafitria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://khonsafitria.blogspot.com/feeds/2107196854831960463/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2239048642416763213&amp;postID=2107196854831960463' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2239048642416763213/posts/default/2107196854831960463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2239048642416763213/posts/default/2107196854831960463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://khonsafitria.blogspot.com/2008/11/ingat-allah-senantiasa-mengawasi-kita.html' title='INGAT, ALLAH SENANTIASA MENGAWASI KITA'/><author><name>fitri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917489838276422643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_pfK6FNh9S8U/TJMXkCnomYI/AAAAAAAAADI/Y9g3xMDuJVE/S220/laa-.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2239048642416763213.post-7360814108865657966</id><published>2008-11-04T22:48:00.001-08:00</published><updated>2009-07-11T10:37:05.659-07:00</updated><title type='text'>JILBAB DAN KARIR</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    Lahirnya istilah karir sebenarnya tidak terlepas dari system kapitalisme yang sampai saat ini masih diusung oleh dunia. Kapitalisme menghiasi benak kaum muslim dan menjadikannya sebagai satu-satunya landasan hidup yang dapat menuntun mereka pada kemajuan dan kesejahteraan, tidak terkecuali kaum perempuan.&lt;br /&gt;   Karir sering diartikan dengan terjun kelapangan pekerjaan laki-laki yang menuntut wanita untuk keluar rumah. Inilah yang mereka sebut kemajuan pada sisi perempuan, yakni ketika wanita fungsi dan perannya sebagai ibu dan pengatur rumah tangga mengharuskannya untuk tinggal hanya di dalam rumah saja ditanggalkan dan lebih mementingkan kiprahnya di dunia public.&lt;br /&gt;   Gelombang arus ide kebebasan yang semakin menghantam kaum perempuan. Persamaan hak dalam fungsi dan perannya dengan laki- laki mengakibatkan tidak sedikit kasus pada perempuan memilih karir sebagai tujuan hidup. Bayangkan kesuksesan seakan di depan mata para perempuan setelah mengenyam pendidikan selama beberapa lama, duduk di balik meja bertahtakan Direktur Utama, Sekretaris, manager dan jabatan eksekutif lainnya. Pada faktanya, kesempatan yang diberikan memang lebih besar daripada kesempatan yang diberikan kepada pria untuk diterima bekerja saat ini.&lt;br /&gt;   Dengan alasan karir, banyak kasus muslimah yang menanggalkan jilbabnya. Mereka adalah muslimah yang menyadari akan kewajibannya untuk berjilbab dan berkerudung. Akan tetapi lagi – lagi gemerlapnya kapitalisme dan krisis yang diakibatkannya memaksa para muslimah untuk menganggalkan jilbab dan kerudungnya. Tidak jarang pula, dengan alasan panas dan ribet sebagian muslimah melepaskan kerudungnya.Tak sedikit pula yang berkerudung tetapi transparan dan mengikuti trend bekerudung gaul. Baju yang dipakaipun ketat, menampakkan lekuk tubuh.&lt;br /&gt;   Kiprah perempuan di dunia pubik sekarang ini tidak sedikit yang menyilaukan dan melenakan perempuan sehingga lupa pada fungsi yang paling utama dan pertamanya. Tugas perempuan yang utama dan pertama adalah untuk menjalankan fungsi sebagai ibu dari anak – anaknya dan sekaligus pengatur rumah tangganya.Tugas ini dianggap sebagai penghambat kemajuan perempuan dan menutup aurat dipandang pengekang bagi kebebasan perempuan.&lt;br /&gt;   Dalam Islam tugas pokok perempuan adalah sebagai ibu dari anak – anaknya dan sekaligus pengatur rumah tangganya, namun tugas pokok tersebut tidak membatasi aktivitasnya hanya pada tugas pokok ini saja, sehingga ia tidak boleh melakukan aktivitas lainnya. Allah SWT menciptakan wanita (istri) adalah agar ia bisa membuat pria (suaminya) cenderung dan merasa aman dan tenteram bersamanya sehingga menghasilkan keturunan dan anak-cucu. Allah SWT berfirman : “Di antara tanda – tanda kekuasaanya ialah Dia menciptakan untuk kalian istri – istri dari diri kalian sendiri supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya”.(QS. Ar Rum : 21).&lt;br /&gt;Dalam waktu yang sama, Allah SWT telah menciptakan wanita agar ia melakukan interaksi dan aktivitas di dunia publik sebagaimana halnya ia beraktivitas di dalam rumah. Allah SWT telah mewajibkan wanita untuk mengemban dakwah, menuntut ilmu. Allah SWT juga membolehkan seorang wanita untuk melakukan transaksi jual – beli perburuhan dan perwalian. Allah SWT juga telah menetapkan bahwa wanita boleh untuk menekuni aktivitas pertanian, industri, perdagangan, dan lain – lain.&lt;br /&gt;Di masa kejayaan Islam, para muslimah tampil dengan kehebatan di berbagai ilmu pengetahuan. Dengan ketrampilannya mereka telah turut memajukan Islam. Lanienah, putrid istana Al Ahkam II, memiliki keahlian dalam bidang ilmu nahwu, syiar hisab, menggubah tulisan, selain itu Qatrun Nadaa yang pakar dalam undang – undang dan hokum Islam. Tidak lupa ada Syahdah yang sering memberikan pelajaran di masjid – masjid Baghdad mengenai sejarahh dan adab. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan khususnya muslimah mampu berkiprah dan berprestasi di dunia publik. Namun demikian perlu diingat bahwa kiprah perempuan di dunia publik jangan sampai melalaikan fungsi dan perannya yang utama, yaitu sebagai ibu dan pengatur rumah tangga dan kewajibannya menutup aurat dengan sempurna yaitu dengan jilbab (Al Ahzab : 59) dan kerudung (An Nur: 31).&lt;br /&gt;Tidak ada impian yang paling tinggi bagi seorang muslim atau muslimah kecuali mendapatkan ridlo Allah, sehingga kiprahnya seorang muslimah di dunia publikpun dalam rangka menggapai ridlo Allah.Dan ridlo Allah akan tergapai jika hambaNya taat dan patuh pada semua perintahNya tak terkecuali aturan dalam hal berbusana,bukan meninggalkan perintah Allah demi obsesi dan karir semat&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 255, 153);"&gt;by:fie3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2239048642416763213-7360814108865657966?l=khonsafitria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://khonsafitria.blogspot.com/feeds/7360814108865657966/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2239048642416763213&amp;postID=7360814108865657966' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2239048642416763213/posts/default/7360814108865657966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2239048642416763213/posts/default/7360814108865657966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://khonsafitria.blogspot.com/2008/11/jilbab-dan-karir.html' title='JILBAB DAN KARIR'/><author><name>fitri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917489838276422643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_pfK6FNh9S8U/TJMXkCnomYI/AAAAAAAAADI/Y9g3xMDuJVE/S220/laa-.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2239048642416763213.post-8662862003809039865</id><published>2008-11-04T22:38:00.000-08:00</published><updated>2009-07-11T10:38:31.731-07:00</updated><title type='text'>WANITA DAN KOSMETIKA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    Wanita dan kosmetik adalah dua hal yang tidak bisa terpisahkan . Segala daya dan upaya rela dilakukan untuk  mengejar kata “cantik”. Termasuk dalam menggunakan kosmetik, dengan segala iming – iming yang menggiurkan mulai dari membuat kulit tampak lebih putih bersih, menghaluskan dan mencerahkan kulit, membuat awet muda, mengurangi kerutan, menghilangkan noda dan masih banyak iming – iming yang lain. Wanitapun rela merogoh kocek dalam – dalam untuk membeli kosmetik yang harganya tidak murah, juga rela menghabiskan waktu berjam – jam di salon.&lt;br /&gt;   Semua itu dilakukan oleh wanita tanpa memperhitungkan kesehatan dan halal suatu produk kecantikan. Pada faktanya sedikit sekali yang berlabel halal dan terjamin aman bagi tubuh. Banyak bahan obat dan produk kecantikan yang berasal dari bahan haram dan tidak memperhatikan keamanan bagi tubuh. Bahan – bahan tersebut bisa berupa asam  - asam lemak yang berasal dari hewan, kolagen, enzim, hormon, dan plasenta manusia. Dengan mengejar target bisa tampil cantik dan putih dalam waktu singkat kaum hawa berbondong – bondong memborong membeli produk – produk pemutih yang belum jelas kehalalan dan keamanannya. Berbeda dengan makanan, urusan kehalalan suatu produk kosmetik cenderung kurang diperhatikan oleh masyarakat, padahal efeknya sangat fatal. Misalkan saja dalam suatu produk terkandung lemak babi, berarti kita telah memoleskan suatu dzat yang najis ke tubuh atau wajah kita, bagaimana denga sholat kita, karena najis harus dibersihkan dengan 7 kali dengan air salah satunya dengan tanah. Fatal sekali bukan.&lt;br /&gt;   Belum lagi dari segi kesehatan, tak sedikit wajah yang rusak bahkan hancur akibat penggunaan kosmetik yang tidak jelas standar keamanan dan kehalalnya. Wajah cantik yang didambakan malah berubah menjadi wajah buruk muka. Inikah yang kita harapkan? Cantik itu boleh tapi harus memperhatikan halal dan sehat karena halal dan sehat jauh lebih penting daripada cantik yang merusak ibadah dan merusak kesehatan. Perawatan itu boleh karena memang kebersihan itu indah, tapi kalo sudah tabaruj (menampakkan kecantikan) sudah haram hukumnya. Sebagai wanita, kita harus menjadikan  kosmetika itu adalah mitra dalam menjaga kebersihan tapi bukan mitra untuk mendapatkan murka Allah dengan tabaruj.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 255, 153);"&gt;by:fie3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2239048642416763213-8662862003809039865?l=khonsafitria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://khonsafitria.blogspot.com/feeds/8662862003809039865/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2239048642416763213&amp;postID=8662862003809039865' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2239048642416763213/posts/default/8662862003809039865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2239048642416763213/posts/default/8662862003809039865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://khonsafitria.blogspot.com/2008/11/wanita-dan-kosmetika.html' title='WANITA DAN KOSMETIKA'/><author><name>fitri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917489838276422643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_pfK6FNh9S8U/TJMXkCnomYI/AAAAAAAAADI/Y9g3xMDuJVE/S220/laa-.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2239048642416763213.post-706519625591314346</id><published>2008-11-04T22:36:00.000-08:00</published><updated>2009-07-11T10:40:26.469-07:00</updated><title type='text'>KU MAU JADI IBU</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    “Aku belum siap kalo jadi ibu, soalnya masih pengen banyak belajar dan belum siap aja gitu, jadi ibukan g mudah”,kata temen kita asal Solo. Kata sahabat dari Demak, ”Jadi ibu?, kalo sekarang belum siap baik secara mental maupun fisik, palagi buat nglahirin, kayanya ngeri dech!”. “Belum siap aku jadi ibu, belum mau ngurusi suami, anak, rumah tangga,huh belibet jadi ibu rumah tangga”, kata temen kita asal Lampung. Itu tadi jawaban temen – temen kita ketika ditanya siap ga sih jadi ibu di usia muda?&lt;br /&gt;   Ketika ditanya siap ga sich jadi ibu? Kebanyakan remaja menjawab tidak dan belum siap. Dengan segudang alasan, mulai dari bayangan jadi ibu tu nantinya ribet, ruwet, ga bebas lagi, ga bisa dugem lagi, apa lagi dah terbebani yang namanya anak, wiiih gendong sana – gendong sini, belum kalo habis ngelahirin biasanya tubuh tambah melar. Bayangan jadi ibu makin mengerikan dengan ditambah suguhan media yang semakin katakan tidak dengan ibu muda, dengan banyaknya seleb – seleb muda bertebaran di sana – sini, seolah memberikan gambaran kalo usia muda waktunya hura – hura, gapai cita setinggi – tingginya dapat uang sebanyak – banyaknya. Sekarang media yang laku kan yang muda, jadi mumpung masih muda raih obsesi setinggi – tingginya. Mikir rumah tangga, apalagi jadi ibu, nanti dulu.&lt;br /&gt;   Fakta di atas tak lepas dari gelombang arus ide kebebasan yang semakin menghantam remaja. Persamaan hak dalam fungsi dan perannya dengan cowok mengakibatkan tidak sedikit kasus remaja putri yang lebih memilih karir sebagai tujuan hidup. Dengan melihat kesuksesan para selebritis muda yang disuguhkan diberbagai media, memberikan bayangan kepada para remaja kita untuk menjadi job oriented. Selain menyuguhkan gambaran kesuksesan para selebritis, media juga g kurang – kurang menyuguhkan gambaran kesuksesan para eksekutif muda, khususnya eksekutif muda wanita. Suguhan tersebut mampu memberikan rangsangan yang cukup dahsyat bagi para remaja putri untuk mengejar karir.&lt;br /&gt;   Dengan melihat berbagai kesuksesan dari media, seakan kesuksesan yang sama ada di depan mata, setelah mengenyam pendidikan yang dikejar beberapa tahun, akhirnya bisa duduk di balik meja bertahtakan Dirut, Sekretaris, Manager, dll. Selain itu juga jabatan yang menjanjikan popularitas tinggi, kaya bintang iklan, artis, selebritis, foto model, peragawati, dan lain sebagainya, yang hanya dengan modal wajah cantik, tubuh sexi, suara merdu, obsesi bisa segera terwujud.&lt;br /&gt;Pandangan yang salah terhadap wanita karir&lt;br /&gt;   Ide feminisme yang semakin kencang berhembus, membuat wanita makin terobsesi untuk ngejar karir.  Ide yang menggembor – gemborkan kesetaraan hak dalam fungsi dan peran cowok ma cewek ini, menganggap bahwa wanita modern adalah wanita yang mampu terjun di dunia public, mempunyai peran dan fungsi yang sama dengan laki – laki di berbagai bidang dan kancah kehidupan. Sehingga wanita dipandang modern ketika berkecimpung di dunia public dan g cuma berkutat pada urusan rumah  dan rumah doang. Ide ini juga mampu mempengaruhi pandangan masyarakat tentang ibu. Masyarakat cenderung memandang miring para ibu yang tinggal di dalam rumah dan mencukupkan diri sebagai pengatur rumah tangga. Wanita yang hanya diam di rumah dipandang wanita yang tidak produktif, dan wanita produktif adalah wanita karir yang pandai mencari uang. Sehingga berlomba untuk mengejar karir setinggi – tingginya demi ngejar materi sebanyak – banyaknya. Apapun profesinya tak masalah, jika cowok bisa melakukan, cewekpun pasti juga bisa melakukan, harus setara dengan cowok. Sehingga tak sedikit wanita yang menjadi liar atas nama kesetaraan.&lt;br /&gt;Jadi Ibu? Mau…&lt;br /&gt;   Kita udah ditetapkan untuk lahir  di dunia dengan jenis kelamin masing – masing, dan (yang cewek nie) mendapat kepercayaan untuk jadi wanita.  Tapi inget kita bukanlah wanita yang  tanpa arah tanpa identitas, tapi kita adalah wanita muslimah. Sebagai muslimah, sebelum kite melakukan sesuatu kita mesti tau dulu apa yang diperintahkan sama Yang Menciptakan kita. Dalam suatu hadist riwayat Bukhari dan Muslim, “Seorang wanita adalah pemimpin (pengurus) rumah tangga suaminya dan anak – anaknya, ia bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya”.&lt;br /&gt;   Dari hadits tersebut, ternyata tugas utama dan pertama wanita adalah pengurus rumah tangga. Ini adalah mega proyek bagi wanita. Dari wanita – wanitalah terlahir generasi masa depan, wanitalah yang mencetak generasi yang kuat dan tangguh. Ibu adalah sosok di belakang layar yang sangat berperan dalam perjalanan hidup dan perjalanan sukses seseorang. Ibu ada di balik besarnya sebuah nama.  Ada Asma binti Abu Bakar ash Shiddiq dibalik kesuksesan Abdullah bin Zubair, negeri Hijaz, Mesir, Irak, Khurasan dan sebagian negeri Syam tunduk di bawah pemerintahannya dan masih banyak contoh yang lainnya.&lt;br /&gt;   Teruzz masa sich wanita cuma di dalam rumah ngurusi dapur, sumur, kasur dan anak? Ga’ keren donk, ga gaul dunk, jadoel n ga modern lagi, masa hari gini balik ke jaman sebelum Kartini? Eiiit  jangan salah, wanita muslimah memang punya mega proyek yang cukup dahsyat yaitu sebagai pengatur rumah tangga. Ibu sebagai pengatur rumah tangga, juga pendidik anak – anaknya. Jika kita memperhatikan televisi, ada sebuah iklan yang menggambar peran ganda seorang ibu, dari koki sampe keuangan. Karena memang seorang ibu tidak hanya dituntut untuk pandai memasak,tapi juga harus cerdik pula untuk memutar uang. Ibu adalah sosok multi talent yang siap siaga dan serba bisa. Kasih sayangnya, kelembutannya, perhatiannya dibutuhkan oleh seluruh anggota keluarga. Ibu adalah sosok yang kuat dan tegar, mengandung selama 9 bulan 10 hari dan melahirkan,yang darinya lahir sosok baru di muka bumi ini. Padahal kalo yang bukan ibu ato belum jadi ibu, bisa kita bayangkan gimana rasanya ketika kita ikatkan batu seberat 3 kilo di perut kita, rasanya sudah pegel n sakit semua. Mungkin bisa bertahan beberapa hari, tapi ibu selama 9 bulan 10 hari tanpa mengeluh. Dari ibu lah anak mengenal dunia, ditangan ibulah tercetak generasi berkualitas. Sehingga tak salah jika memang surga berada di telapak kaki ibu.&lt;br /&gt;   Subhanallah, dari situlah mengalir pahala, namun bukan berarti Islam ga modern, Islam menghambat kemajuan dan sebagainya ketika peran pokok ibu adalah sebagai pengatur rumah tangga, peran pokok tersebut bukan berarti membatasi wanita muslimah hanya berkutat pada tugas itu  saja. Islam membolehkan wanita untuk menekuni aktivitas perdagangan, pertanian, industry dan pengembangan harta. Bahkan Islam juga memberikan kewajiban yang sama seperti yang dibebankan kepada laki – laki yaitu dakwah amar ma’ruf nahi munkar. Jadi boleh – boleh aja wanita mau jadi Dirut, Sekretaris, Manager atopun yang lain sepanjang hal tersebut tidak mengganggu tugas pokoknya tidak mengabaikan dan menomor duakan peran utamanya sebagai pengatur rumah tangga. Dan  tidak boleh dilupakan adalah aktivitas tersebut tidak bertentangan dengan apa yang diperintahkan Allah SWT.&lt;br /&gt;   Karena pada faktanya kesempatan  yang diberikan kepada wanita lebih besar daripada kesempatan kerja yang diberikan kepada pria untuk diterima bekerja saat ini. Sistem yang ada menempatkan materi sebagai tujuan dari segala – galanya terutama dalam bekerja. Sehingga mendorong manusia untuk berkreasi, bagaimana mendapat materi sebanyak – banyaknya tanpa mengindahkan halal – haram.&lt;br /&gt;   Hampir seluruh muslim terpengaruh hal ini, tak terkecuali remaja putri. Didorong tampil cantik, mengumbar aurat untuk mendapat materi sebanyak – banyaknya. Tawaran menjadi artis, penyanyi, foto model, peragawati mendorong muslimah untuk berbondong – bondong mengikuti audisi dan kompetisi demi harta dan popularitas. Akhirnya tuntutan menarik secara fisik dengan tampil cantik dan mempertontonkan aurat seakan telah menjadi keharusan. Muslimah jadi alergi berjilbab dan berkerudung. Meminimalisasi kerudung dengan asumsi yang penting kepala tertutup dan rambut  ga kelihatan walaupun lekuk tubuh menonjol di sana – sini, bahkan ga jarang juga yang dulunya pake kerudung dan jilbab karena tuntutan kerja dan uang yang jumlahnya tidak sedikit akhirnya jilbab dan kerudung yang dulunya dipake, ditanggalkan begitu aja. Parahnya  wanita malah lebih PD dengan pakaian minim dan seronoh yang tidak jarang menimbulkan pelecehan seksual oleh teman seprofesi, bahkan oleh bos sendiri. Bergaul bebas tanpa batasan dengan teman seprofesinya banyak terjadi. Akhirnya banyak terjadi MBA, perselingkuhan, perusak rumah tangga dll. Nah pekerjaan kaya gitu yang ga dibolehi, karena udah melanggar perintah Allah SWT dan melalaikan kewajiban.&lt;br /&gt;   Selain itujangan kerja asal kerja aja, misal kelihatannya keren jadi Dirut, ternyata Dirut pabrik ekstasi, kayanya kaya punya pabrik, ternyata pabrik miras …Gubrack!! So jauh – jauh dech ma yang bergituan. Wiks tukan haram bro! Yang tak kalah penting juga pekerjaan tersebut tidak memforsir banyak waktu dan tenaga. Sehingga anak dan keluarga tetap terurusi dan tidak terabaikan. Jangan sampe menjadi wanita karir kerja siang malam, anaknya malah jadi anak baby siter.&lt;br /&gt;Wanita dan Kiprahnya di dunia public&lt;br /&gt;   Banyak yang beranggapan kalo muslimah dengan jilbab dan kerudung ga bisa berprestasi, wanita yang sukses urusan rumah tangga (mengurus anak, suami dan urusan rumah tangga), tidak bisa sukses di luar rumah. Sapa bilang? Banyak buktinya loh yang udah sukses dan bisa dijadikan teladan. Mo bukti?&lt;br /&gt;Aisyah binti Abu Bakar,Istri Rasululullah yang satu ini telah meriwayatkan hadits dari Rasul sejumlah 2220 hadits. Beliau sangat mempengaruhi kehidupan berfikir, beragama dan berpolitik bagi kaum muslimin. Beliau juga senantiasa dijadikan sumber rujukan para sahabat atas berbagai pertanyaan dan dari Aisyahlah para sahabat mendapat pengetahuan tentang masalah yang mereka pertanyakan.&lt;br /&gt;Khaulah binti Al Azur (penunggang kuda berkerudung), beliau adalah figur muslimah terkemuka yang perjalanan  hidupnya banyak diwarnai dengan perjuangan dan kepahlawanan, karena beliau sering terlibat dalam perjuangan di jalan Allah. Ia turut serta ke Syam saat akan ditaklukkan oleh kaum muslimin di masa pemerintahan Abu Bakar Ash Shidiq, hingga masa kepemimpinan Utsman bin Affan ia telah mengalami pahit getirnya kehidupan. Jadi muslimahpun bisa terhun di bidang militer. Sosok muslimah di atas adalah contoh segelintir muslimah yang sukses mengurus rumah tangga, mendidik anak, namun juga sukses mendidik umat.&lt;br /&gt;   Menjadi Ibu adalah sebuah gelar yang sangat mulia. Sebagai wanita harus senantiasa ingat fungsi yang pertama dan utama sebagai penghulu rumah tangga, penggembala rumah tangga suaminya yang nantinya akan dimintai pertanggung jawaban atan gembalaannya. Jika terpaksa harus bekerja, maka kita harus pandai – pandai memilih pekerjaan yang tidak menomorduakan fungsi tersebut, syukur2 masih berbau rumah tangga, kaya guru, usaha catering, etc. So jadi ibu ga perlu fobi lagi coz  pahala seorang ibu dalam menjalankan mega proyeknya suangggaaat besar sekali. Jadi ibu?? Ayo aza…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;by:fie3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2239048642416763213-706519625591314346?l=khonsafitria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://khonsafitria.blogspot.com/feeds/706519625591314346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2239048642416763213&amp;postID=706519625591314346' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2239048642416763213/posts/default/706519625591314346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2239048642416763213/posts/default/706519625591314346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://khonsafitria.blogspot.com/2008/11/ku-mau-jadi-ibu.html' title='KU MAU JADI IBU'/><author><name>fitri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917489838276422643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_pfK6FNh9S8U/TJMXkCnomYI/AAAAAAAAADI/Y9g3xMDuJVE/S220/laa-.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2239048642416763213.post-7079732500599479302</id><published>2008-11-04T22:33:00.000-08:00</published><updated>2009-07-11T10:42:11.973-07:00</updated><title type='text'>Gaul HARUSKAH Pacaran…?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kata gaul saat ini adalah sebuah kata yang dikejar hampir setiap remaja sekarang ini. Demi disebut gaul remaja rela melakukan apa saja. Mulai dari make over penampilan dari ujung rambut sampai ujung kaki, walaupun terkadang sampai dipaksain yang sebenarnya ga cocok buat mereka. Rambut yang keriting di rebonding, badan gemuk dilangsingin, kulit hitam diputihin, muka berjerawat diamplas sampe kencling. Celana makhluk sebelah (baca:celana jeans) walaupun g muat dipaksain masuk, kaos punya adek juga dipake, sepatu dan aksesoris yang lain yang pastinya harus up to date. Selain dari segi fashion atau penampilan juga harus gaul dari sisi pergaulan. Image remaja yang  gaul n cerdas saat ini adalah seorang remaja yang cantik atau ganteng, pinter, fashionable dan pastinya laku alias punya pacar. Cantik atau ganteng, pinter tapi ga punya pacar mesti dikasih jabatan anak SO alias study oriented.&lt;br /&gt;  Karena demi image inilah  remaja bela – belain cari pasangan. Pokoknya mesti punya gandengan, akhirnya segala cara dilakukan, bahkan kalo cewek mesti nembak duluan atau ngemis – ngemis cinta duluan ga malu, cowokpun demi diterima jadi sang Rama bagi Sinta rela nglakuin apa aja. Demi ‘cinta’ semua malu hilang dan kadang jadi irasional. Proses pacaranpun macem – macem ada yang ngejalanin long distance alias hubungan jarak jauh, via dunia maya (email n chatting), tiap libur aja ketemu ato tiap hari ngapel. Kalo udah pacaran jadi lupa segalanya, dunia bagai milik berdua. Apapun yang dilakukan yang muncul dipikiran cuma si ‘dia’. Sampe – sampe ‘apa sich yang g buat lo!’, kalo udah ginian kata yang keluar ujung – ujungnya apapun rela dilakukan buat senengin pasangan, bahkan kalo cowok dah minta harta yang paling berharga dari si cewek, cewek ikhlas – ikhlas aja ngasihin dengan penuh kesadaran. Gubrack..!!&lt;br /&gt;  Akibat pergaulan bebas remaja tadi banyak sekali kasus hamil di luar nikah, seperti yang diberitakan salah satu media beberapa waktu lalu. Hasil survei yang dilakukan oleh Annisa Fondation cukup mengejutkan karena 42,3 % pelajar perempuan telah melakukan hubungan seks pra-nikah. Siaran pers lembaga independen yang bergerak di bidang kemanusian dan kesejahteraan gender ini, menerangkan sebanyak 42,3 persen pelajar di Cianjur sudah hilang keperawanannya saat duduk di bangku sekolah. Parahnya, mereka yang terlibat kegiatan seks bebas itu bukan berarti karena tidak mengerti atau tidak paham nilai agama atau budi pekerti. Sebab hampir 90 persen dari mereka mengaku praktik hubungan seksual di luar nikah merupakan perbuatan dosa yang seharusnya dihindari. (Hidayatullah.com, 12/02/2007). Tahun 2002 lalu Jogja juga sempat dihebohkan dengan  penelitian yang dilakukan Lembaga Studi Cinta dan Kemanusiaan serta Pusat Pelatihan Bisnis dan Humaniora (LSCK PUSBIH) menunjukkan hampir 97,05 persen mahasiswi di Yogyakarta sudah hilang keperawanannya saat kuliah.&lt;br /&gt;  Wah, ternyata fatal sekali akibat gaul bebas. Sapa yang harus disalahkan dari semua ini. Kalo generasi kita pergaulannya ‘bobrok’ semua, mau dibawa kemana negeri ini nantinya. So kita harus membentengi diri dari arus budaya barat yang sebenarnya adalah upaya barat menjajah negeri kita dengan pemikiran. Kalo dulu para imperialis dengan terang – terangan bawa senjata keliling pelosok negeri sekarang cukup dengan menyebar virus fun, food and fashion rusaklah bangsa kita. Dan inilah yang sedang dilakukan para neo imperialisme.&lt;br /&gt;  Wah gawat ya, kita harus segera bentengi diri sekarang. Sebagai seorang muslim kita sudah seharusnya melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah dan meninggalkan sesuatu yang dilarang Allah. Tak terkecuali dalam hal pergaulan. Dalam Islam pada hakikatnya pergaulan cowok cewek adalah terpisah kecuali dalam hal muamalah kaya dalam pendidikan, jual beli, kesehatan. Ngomongin tentang pacaran itu sendiri, memang tidak secara tersurat “dan diharamkan pacaran..”, tapi dalam QS. AL Isro : 32, “Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk “,kita diperintahkan untuk tidak mendekati zina. Padahal aktivitas pacaran itu sendiri adalah aktivitas yang mendekati zina. Seperti berduaan, padahal ada hadist yang melarang lawan jenis yang   bukan mahram berduaan, Ibnu ‘Abbas menuturkan ia pernah mendengar Rasulullah SAW berkhutbah :”Janganlah sekali – kali seorang pria berkhalwat dengan seorang wanita disertai seorang mahramnya….”. Belum lagi kalo bersentuhan dan berpegangan tangan, merayu, ‘nggombal’ alias boon n  kalo udah ngapel ampe lupa sholat, nah yang paling parah kalo udah sampai ‘esex-esex’, wah dah masuk zina tuch. Buanyaakk banget kan dosanya. Itu kalo kita g pake pedoman Islam dalam bergaul. Bisa tiap hari aktivitas kita dibungai dengan dosa, dosa n dosa. Dan kita telah jadi  korban virus 3F tadi, bukannya gaul yang kita dapat malah dosa n korban peradaban yang kita dapat.&lt;br /&gt;  So hanya dengan Islamlah kita mampu menangkis virus yang disebar oleh neo liberalisme. Sehingga gaul dengan Islamlah yang bisa menyelamatkan kita di dunia maupun di akherat, jangan sampai kita menuhankan hawa nafsu kita, sebagaimana QS. Al Jatziyah : 32, 23.  “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya] dan Allah Telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?.” Jangan sampai hanya untuk memuaskan naluri ketertarikan dengan lawan jenis kita jadi budak nafsu dengan pacaran bahkan perzinaan yang bisa menyeret kita ke panasnya api neraka. Kalo emang nalurinya dah g terbendung ya nikah aja. Kalo belum siap banyak – banyak puasa dan kenali lebih dalam Islam..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;by:fie3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2239048642416763213-7079732500599479302?l=khonsafitria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://khonsafitria.blogspot.com/feeds/7079732500599479302/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2239048642416763213&amp;postID=7079732500599479302' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2239048642416763213/posts/default/7079732500599479302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2239048642416763213/posts/default/7079732500599479302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://khonsafitria.blogspot.com/2008/11/gaul-haruskah-pacaran.html' title='Gaul HARUSKAH Pacaran…?'/><author><name>fitri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917489838276422643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_pfK6FNh9S8U/TJMXkCnomYI/AAAAAAAAADI/Y9g3xMDuJVE/S220/laa-.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2239048642416763213.post-4433092818683644228</id><published>2008-11-04T22:25:00.000-08:00</published><updated>2009-07-11T10:43:28.486-07:00</updated><title type='text'>TEKNOLOGI INFORMASI, POSITIF ATAU NEGATIF?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi sekarang ini memberikan banyak sekali dampak terhadap masyarakat. Gaya hiduppun juga semakin berkembang dengan pesat seiring berkembangnya teknologi informasi . Handphone atau yang sering disebut HP kini hampIr dimiliki oleh seluruh masyarakat Indonesia. Dari segala usia dan segala lapisan masyarakat. Bagaimana tidak, dulu hanya untuk mempunyai handphone sekaligus nomornya kita harus merogoh kantong dalam – dalam karena handphone berikut nomornya mencapai harga yang sulit dijangkau oleh masyarakat menengah ke bawah, bahkan harga sebuah kartu perdana  bisa mencapai angka ratusan ribu untuk angka yang biasa – biasa saja dan sulit dihafal.&lt;br /&gt;   Kini hanya bermodalkan uang  seratus atau dua ratus kita sudah dapat handphone berikut kartunya, minimal bisa buat sms dan telepon. Berbagai macam kartu perdana bermunculan. Bahkan sekarang baru marak banting harga dari para provider baik GSM maupun CDMA, dengan menawarkan bertarif murah baik sms, telepon, sms atau fasilitas lain. Bahkan untuk kartu perdana tak jarang kita jumpai harga lebih murah dari pulsa yang ada untuk nomor biasa. Selain handphone sekarang ini computer bukanlah sesuatu yang ‘wah’ dimata masyarakat. Hal ini terbukti di Jogja saja angka penjualan computer senantiasa mengalami peningkatan tiap tahunnya dan semakin menjamurnya warung internet atau lebih dikenal dengan istilah warnet baik di daerah perkotaan sampai ke perkotaan.&lt;br /&gt;   Hal ini memungkinkan semua kalangan dapat menikmati perkembangan infomasi lebih cepat. Namun apakah perkembangan teknologi sekarang ini selalu membawa dampak positif kea rah kemajuan bagi masyarakat?  Mungkin dalam hal efisiensi waktu dan kerja sangat menguntungkan. Namun tidak selalu membawa kemajuan, hal ini terbukti dengan semakin berkembangnya teknologi informasi semakin meningkat pula ‘kreatifitas kriminalitas’ di masyarakat. Banyak sekali penipuan terjadi  via handphone dengan sms – sms yang mengaku menjanjikan hadiah. Selaih itu juga kejahatan moral yang berakibat sangat fatal. Video dan gambar – gambar porno dengan mudah disebarkan di internet ataupun handphone dan dapat dengan mudah diakses oleh semua lapisan masyarakat. Bahkan anak kecil (usia SD) hanya bermodalkan pengetahuan browsing dan searching bukanlah suatu hal yang sulit untuk bisa  menikmati gambar – gambar tersebut. Bahkan tak jarang ketika dilakukan razia handphone dan laptop di sekolah banyak ditemukan video dan gambar porno dan kekerasan yang tersimpan di handphone, laptop ataupun memory card siswa. Sehingga banyak anak di bawah umur melakukan tindak asusila dan kekerasan karena pengaruh video dan gambar tersebut. Hal ini tentu berakibat hilangnya calon penerus yang berkualitas dan berkepribadian Islam dan bukanlah tidak mungkin berakibat kehancuran skala bangsa.&lt;br /&gt;   Selain itu juga gaya hidup semakin mengarah ke gaya hidup konsumtif. Hal ini karena semakin mudahnya promosi dengan banyaknya fasilitas sehingga daya beli masyarakat semakin meningkat. Bahkan hanya sekedar buat ‘gaya’ tanpa melihat kebutuhan masyarakat berbondong – bondong membeli barang baru.&lt;br /&gt;   Dengan demikian tak selamanya teknologi membawa kita ke arah kemajuan. Banyak hal yang bisa berakibat fatal yang muncul diwaktu kemudian jika tidak segera diatasi. Oleh karena itu perlu peran aktiv dari seluruh lapisan masyarakat, baik indivu, masyarakat maupun pemerintah untuk mengatasi hal ini. Anak – anak haruslah mendapat bimbingan yang tegas dari keluarga terhadap segala informasi yang telah didapat dan diserap dari luar. Juga perlu ketegasan pemerintah terhadap teknologi yang boleh masuk dan digunakan, juga memberikan sanksi yang tegas terhadap pelaku kejahatan yang bertebaran via  dunia maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;by:fie3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2239048642416763213-4433092818683644228?l=khonsafitria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://khonsafitria.blogspot.com/feeds/4433092818683644228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2239048642416763213&amp;postID=4433092818683644228' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2239048642416763213/posts/default/4433092818683644228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2239048642416763213/posts/default/4433092818683644228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://khonsafitria.blogspot.com/2008/11/teknologi-informasi-positif-atau.html' title='TEKNOLOGI INFORMASI, POSITIF ATAU NEGATIF?'/><author><name>fitri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917489838276422643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_pfK6FNh9S8U/TJMXkCnomYI/AAAAAAAAADI/Y9g3xMDuJVE/S220/laa-.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2239048642416763213.post-5961631743493507488</id><published>2008-11-04T22:10:00.000-08:00</published><updated>2009-07-11T10:45:50.257-07:00</updated><title type='text'>MAHASISWA PEDULI UMAT</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oops, jadi mahasiswa peduli umat, masih banyak ga ya sekarang ini??? Harus dong kita jadi mahasiswa yang peduli akan urusan umat. Namanya juga mahasiswa jadi harus berbeda dengan saat kita masih siswa dulu. Kalo dulu waktu masih mahasiswa kita masih cuek pada apa yang terjadi di sekitar kita, nah sekarang kita udah jadi mahasiswa harus lebih peduli dengan apa yang terjadi di sekitar kita.&lt;br /&gt;Coba kita sedikit ngintip waktu kita masih siswa dulu. Sudahkan kita peduli terhadap apa yang terjadi di sekitar kita ??? Terhadap kejadian – kejadian yang terjadi di kancah dunia??? Terhadap peristiwa – peristiwa yang terjadi terhadap umat di dunia umumnya dan kejadian yang menimpa kaum muslimin pada khususnya??? Kalo udah bagus dong, berarti rasa kepedulian kamu – kamu udah tinggi. Ato kita dulu adalah seorang siswa yang hanya study oriented alias Cuma sekolah.. sekolah.. dan sekolah. Seorang siswa yang menutup mata dan telinga terhadap semua kejadian yang ada di sekitarnya dan hanya memikirkan tugas , ulangan dan PeeR. Seperti apa kita dulu, tentunya yang tahu hanya dirimu.&lt;br /&gt;Nah, itukan dulu (waktu masih siswa), kalo sekarang kita udah mahasiswa. Dah banyak kemajuan ato malah ga ada bedanya (wah gaswat ni..). Harus beda dong..kan kita sekarang dah gedhe, ga kaya anak kecil lagi kaya dulu.Dulu yang cuek pada kejadian – kejadian yang terjadi sekarang kita ubah dong, kita harus lebih memperhatikan dan mempedulikan apa yang terjadi di sekitar kita. Dan kalo yang dulunya udah peduli, harus kita tingkatin tingkat kepedulian kita (bisa naik 1 anak tangga ato 2 anak tangga ).&lt;br /&gt;Untuk jadi mahasiswa yang peduli pada apa yang terjadi di dunia ini, khususnya pada apa yang terjadi pada kaum muslimin saat ini, kita harus rajin – rajin mencari tau karena berita itu ga bakalan dating sendiri kecuali kita yang mencari.Bisa via televisi, majalah, surat kabar ato ngenet. Jadi kalo nonton TiVi ga Cuma AFI, Indonesian Idol ato sinetron – sinetron remaja doing, tapi juga berita dong. Kalo yang ditonton hiburan terus, adanya dunia ini indah dan menyenangkan ga tau bagaimana keadaan saudara – saudara kita yang lagi kesususahan di hujam peluru tiap hari di Palestin, ga tau kalo Indonesia kini lagi di keruk habis – habisan oleh Amerika via Freeport, dan ga tau berita – berita up to date lainnya. Jadi yang up to date itu jangan Cuma gaya doing tapi juga iinfo dan berita yang di dapet dong. Jangan ngaku gaul kalo tiap ditanya peristiwa – peristiwa actual bawaannya ketinggalan terus, Cuma kebagian yang basi doing. (Keciaan dech lo..)&lt;br /&gt;So mulai dari sekarang, hari ini, jam ini, menit ini, detik ini, buruan buru berita jangan sampe keduluan ma yang lain. Hingga kita juga menjadi mahasiswa yang jeli malihat fakta. Dan yang tepenting bukan Cuma jeli dalam malihat aja, tapi juga dilihat fakta tersebut gimana sih dalam pandangan Islam. Kalo fakta tersebut ga sesuai ato bahkan melenceng dari rel Islam maka kita sebagai mahasiswa muslim harus tau gimana sih Islam memandang fakta ini dan gimana sich solusinya. Untuk tau sesuai ato tidaknya dengan Islam dan bagaimana solusi Islam makanya harus cari tau dan mengenal Islam lebih dalem. Dijamin dech kalo kita makin dalem ngenal Islam pasti kita makin sayang dan lengket ma Islam. Jadi yang tempat gaulnya Cuma di kost, kantin, dan kampus,dan ngrumpi si sana sini tambah dong dengan rajin – rajin datengin majelis ilmu yang ada, sekalian buwat ngilangin tu kebiasaan ngrumpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;by:fie3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2239048642416763213-5961631743493507488?l=khonsafitria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://khonsafitria.blogspot.com/feeds/5961631743493507488/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2239048642416763213&amp;postID=5961631743493507488' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2239048642416763213/posts/default/5961631743493507488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2239048642416763213/posts/default/5961631743493507488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://khonsafitria.blogspot.com/2008/11/mahasiswa-peduli-umat.html' title='MAHASISWA PEDULI UMAT'/><author><name>fitri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917489838276422643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_pfK6FNh9S8U/TJMXkCnomYI/AAAAAAAAADI/Y9g3xMDuJVE/S220/laa-.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2239048642416763213.post-1249505975456769165</id><published>2008-11-04T22:03:00.000-08:00</published><updated>2009-07-11T10:47:09.015-07:00</updated><title type='text'>GAYA LEWAT BUSANA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mahasiswa mana sich yang ga suka bergaya. Ga cowok dan cewek pasti memperhatikan yang namanya busana. Lebih – lebih ni untuk mahasiswi sebelum ke kampus pasti yang utama dan pertama yang diperhatikan gaya mereka. Sehingga ga heran kalo busana dan gaya merupakan satu sisi yang menjadi sasaran empuk bagi barat. Ide barat memandang busana sebagai suatu alat untuk mempercantik diri wanita sehingga bisa menarik bagi lawan jenisnya. Sampai-sampai mengarah pada tabaruj (menonjolkan kecantikan atau perhiasan laki-laki yang bukan mahrom). Dan yang bikin prihatin banyak mahasiswi yang terseret ide barat ini.:(&lt;br /&gt;Barat memandang wanita sebagai satu sosok yang menarik laki-laki sehingga wanita harus dipercantik dengan busana yang aduhai, dengan mode-mode yang bisa menarik perhatian umum yaitu dengan menampakkan bentuk tubuh. Akhirnya muncullah trend mode-mode pakaian mutakhir merampingkan bagian pinggang, bagian atas ditarik ke atas, model pakaian super ketat, sampe – sampe kalo ke depan kelihatan yang belakang, kalo ke belakang kelihatan yang depan. Katanya sih biar ga ketinggalan jaman.&lt;br /&gt;Tapi sayang , remaja Islam sendiri kadang tidak sadar kehadiran mode tersebut ternyata suatu upaya untuk menjauhkan pemahaman tentang suatu upaya untuk menjauhkan pemahaman tentang busana muslimah sebagaimana yang telah disyari’atkan Allah dalam Al Qur’an dan Sunnah Rasul-Nya.&lt;br /&gt;Gimana sich busana yang Islami&lt;br /&gt;Allah menciptakan adanya dua jenis manusia, dimana keduanya saling tertarik, selain itu Allah juga memberikan seperangkat aturan yang sangat lengkap diantaranya pengaturan masalah busana. Khususnya kaum hawa, mempunyai daya tarik atau pesona yang lebih kuat. Jadi akan mudah diterimakan jika Allah membedakan wanita atas laki-laki dari batasan auratnya dan ketentuan busananya. Dimana busana wanita harus menutupi seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Seperti halnya sabda Rasulullah SAW:&lt;br /&gt;“Ya Asma ! sesungguhnya wanita itu apabila telah baligh, maka tidak patut menampakkan sesuatu darinya melainkan ini dan ini. Rasulullah SAW berkata sambil menunjuk muka dan kedua telapak tangan hingga pergelangannya sendiri “ (HR Abu Daud dari Aisyah ).&lt;br /&gt;Selain menutup aurat, busana yang kita pake modelnya tidak boleh semau gue tapi dengan model yang khas (tidak menyerupai laki-laki), sebagaimana hadits berikut:&lt;br /&gt;“ Rasulullah SAW mengutuk laki-laki yanh menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki “(HR Bukhori dan Ibnu Abbas)&lt;br /&gt;Selain menutup aurat dan ga boleh menyerupai kaum adam, dalam berbusana kita juga harus membedakan busana yang kita pake di kehidupan khusus dan kehidupan umum. Apa sich kehidupan umum dan khusus itu..???&lt;br /&gt;Kehidupan Umum yaitu kehidupan yang apabila orang asing akan masuk kedalam kehidupan itu, maka ia tidak harus minta ijin terlebih dahulu. Misalnya pasar, masjid, sekolah dll. Busana&lt;br /&gt;Adapan seruan Allah dan Rasul-Nya tertuang dalam nash-nash berikut ini (ketika wanita ada dalam kehidupan umum)&lt;br /&gt;QS. An Nur : 31, perintah untk mengenakan kerudung&lt;br /&gt;“ Katakanlah kepada wanita yang beriman: “hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudungnya kedadanya dan janganlah menampakkan perhiasannya……..”&lt;br /&gt;QS. Al Ahzab : 59, perintah untuk mengenakan jilbab&lt;br /&gt;“ Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ketubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang “&lt;br /&gt;Kehidupan khusus yaitu kehidupan yang apabila orang asing hendak masuk ke dalam kehidupan tersebut maka harus minta ijin terlebih dahulu, misalnya didalam rumah atau dalam ruangan.&lt;br /&gt;Berbeda dengan kehidupan umum, dalam kehidupan khusus syara’ telah membolehkan bagi wanita menampakkan lebih dari wajah dan telapak tangan kepada mahrom dan wanita lain. Dalam artian pakaian dalam (pakaian rumah) wanita boleh kelihatan betisnya, sebagian lengan, rambut, tetapi tidak berlebihan dalam menampakannya.&lt;br /&gt;“ ……………kecuali pada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka atau putera-putera mereka, atau saudara laki-laki mereka atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita, atau budak-budak yang mereka miliki, pelayan laki-laki yang tidak punya keinginan terhadap wanita, atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita……….”(QS. An Nur :24)&lt;br /&gt;Jadi gimana dong supaya gaya tapi tetep Islami…???&lt;br /&gt;Gaya sih boleh-boleh aja, asalkan masih dalam koridor Islam, yaitu ga melanggar aturan yang telah diuraikan di atas. Soal warna dan model boleh – boleh aja, asal..:&lt;br /&gt;Corak dan jenis busana&lt;br /&gt;Corak bahan tidak dibatasi. Kita bebas memilih corak yang kita suka untuk busana kita. Mau corak kotak-kotak, abstrak, bunga-bunga atau corak abstrak, etc.&lt;br /&gt;Warna&lt;br /&gt;Warna semua aja oke dan boleh-boleh(mubah) aja sama Islam yang penting biar ngga keliat norak kita bisa memadukan dengan warna yang sesuai antara kerudung dengan jilbab kita.&lt;br /&gt;Model busana&lt;br /&gt;Kita bisa berkreasi untuk menciptakan model jilbab yang oke, misal: model berempel, model warna lengan yang berbeda dengan warna bagian badan. Atau kita juga bisa menambahkan aksesoris, seperti menambahkan rendan kancing, atau kita kenakan bros yang manis dikerudung kita. Yang penting untuk jilbab syaratnya menjulur ke bawah menutup seluruh tubuh, dan kerudung harus menutup dada.&lt;br /&gt;So…bergaya lewat busana?? Why not….&lt;br /&gt;Raihlah pahala lewat busana, bergayalah sebagai wanita yang taat kepada Allah, agar menjadi pahala semua perbuatan kita. Karena kita bergaya, kita berbusana semua semata – mata untuk meraih ridlo Allah. Wallahualam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;by:fie3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2239048642416763213-1249505975456769165?l=khonsafitria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://khonsafitria.blogspot.com/feeds/1249505975456769165/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2239048642416763213&amp;postID=1249505975456769165' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2239048642416763213/posts/default/1249505975456769165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2239048642416763213/posts/default/1249505975456769165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://khonsafitria.blogspot.com/2008/11/gaya-lewat-busana.html' title='GAYA LEWAT BUSANA'/><author><name>fitri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917489838276422643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_pfK6FNh9S8U/TJMXkCnomYI/AAAAAAAAADI/Y9g3xMDuJVE/S220/laa-.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
